Arab Saudi Buka Umrah saat Ramadan, DPR Minta Kemenag & Kemenlu Aktif Sosialisasi Aturan

Rakhmatulloh, Sindonews · Kamis 08 April 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 337 2391171 arab-saudi-buka-umrah-saat-ramadan-dpr-minta-kemenag-kemenlu-aktif-sosialisasi-aturan-UNPvmlcfjm.jpg Azis Syamsuddin. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin mengaku pihaknya menyambut baik langkah pemerintah Arab Saudi yang telah membuka dan memberikan izin umrah terbatas kepada calon jamaah yang sudah melakukan vaksin, awal Ramadan tahun ini. 

Menurut Azis, keputusan Arab Saudi membuka kembali umrah dengan terbatas adalah kabar baik bagi calon jamaah yang ingin menunaikan umrah di bulan puasa.

"Kementerian agama harus dapat melakukan sosialisasi kepada jamaah baik keberangkatan dan setibanya di Tanah Suci terhadap aturan aturan yang harus di terapkan oleh pemerintah arab saudi,” ujar Azis, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Arab Saudi Izinkan Ibadah Umrah saat Ramadan, Berikut Syaratnya

Karena itu, Azis mengaku pihaknya mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) untuk menindaklanjuti hal tersebut dengan melakukan komunikasi dengan Kedutaan Besar Arab Saudi, agar jemaah umrah indonesia diberikan izin untuk melakukah ibadah umrah ke Tanah Suci.

"Kemenag melalui Ditjen PHU untuk menginformasikan kepada seluruh biro perjalanan umrah terkait dibukanya kembali ibadah umrah agar jemaah yang akan diberangkat ke Tanah Suci, dapat mempersiapkan diri secara matang dan dipastikan telah menerima vaksin Covid-19 ditandai dengan sertifikat vaksinasi Covid-19 yang sudah divalidasi,” ujarnya. 

Lebih lanjut, Politikus Partai Golkar itu juga berharap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan percepatan vaksinasi Covid-19, serta memastikan ketersediaan vaksin guna merampungkan proses vaksinasi sesuai target, khususnya bagi calon jemaah umrah. 

"Kemenkes untuk mengalokasikan vaksin Covid-19 bagi calon jemaah umroh dan menjadikannya prioritas vaksinasi Covid-19, sehingga mereka dapat segera diberangkatkan umrah ke Tanah Suci" ujar dia.

Baca juga: Kemenkes: Ada Kemungkinan Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Haji dan Umrah

Selain itu, Azis juga meminta kepada Kemenag dan Kementerian Kesehatan untuk melakukan koordinasi lebih lanjut untuk memastikan bahwa jemaah yang akan berangkat telah dinyatakan bebas dari Covid-19 berdasarkan bukti hasil swab PCR yang telah divalidasi. Di samping itu, melakukan pemahaman kepada jemaah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. 

"Pengawasan secara ketat atas pelaksanaan protokol kesehatan guna meminimalkan potensi jamaah terinfeksi Covid-19," pungkas Azis. 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini