Tanggapi Laporan Dugaan Penelantaran Anak, KPAI Segera Panggil Prof Muradi

Rakhmatulloh, Sindonews · Kamis 08 April 2021 05:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 337 2391154 tanggapi-laporan-dugaan-penelantaran-anak-kpai-segera-panggil-prof-muradi-BqROGzyyXI.jpeg KPAI. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati menyatakan, pihaknya bakal memanggil teradu, Profesor Muradi dalam perkara dugaan penelantaran anak.

Prof Muradi yang merupakan komisaris di salah satu BUMN diadukan Miss Landscape 2019 bernama Era Sulistyowati alias Sierra karena diduga menelantarkan anak dari pernikahan siri mereka. 

"Kalau saya prinsipnya gini (pengaduan) itu masih dalam proses penelaahan, tunggu proses pemanggilan klarifikasi itu prosedur yang dilakukan KPAI kepada semua kasus," ujar Rita saat dihubungi, Kamis (8/4/2021).

Dia menjelaskan, pengaduan yang dilakukan Sierra bersama kuasa hukumnya baru disampaikan sekira tiga hari lalu. Sehingga, kasus atau pengaduan ini masih dalam proses telaah oleh komisioner KPAI. 

Baca juga: Terkuak! Ini Asal Muasal Hubungan Era Sierra dengan Bos BUMN

"Kan ini baru versi dari pengadu, nanti ada (versi) dari teradu. Nanti juga memanggil teradu ya," katanya.

Kendati begitu, Rita belum bisa memastikan kapan pihaknya bakal memanggil teradu yakni Prof Muradi. Karena jika merujuk pada proses pengaduan baru disampaikan minggu ini. Dia hanya berharap, pada saat proses pemeriksaan, pengadu dan teradu bisa hadir. 

Baca juga: Viral 'Simpanan' Bos BUMN, KPAI Turun Tangan Dalami Dugaan Penelantaran Anak

"Kalau bisa prinsipil. Kalau kuasa hukum dengan surat kuasa, itu standar umum saja," ungkapnya.

Dia pun menampik bahwa Muradi akan dipanggil pada Senin pekan nanti. Karena dia belum melihat jadwal pemeriksaan perkara yang bakal ditangani di pekan tersebut. 

"Di SOP (komisioner KPAI punya waktu menelaah) 1-2 minggu. Kan ini belum seminggu toh. Belum seminggu loh (pengaduan) baru berapa hari, baru tiga hari. Iya go in procces pasti ada (pemanggilan)," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini