Basarnas : Pencarian Korban di NTT Terkendala Cuaca dan Medan

Haryudi, Koran SI · Rabu 07 April 2021 22:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 337 2391110 basarnas-pencarian-korban-di-ntt-terkendala-cuaca-dan-medan-F9IBVWdNMt.jpg Banjir bandang terjang NTT. (Foto : iNews)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Muda (Marsda) TNI Henri Alfiandi menjelaskan, pihaknya hingga saat ini terus berupaya mengirimkan personel ke lokasi bencana pasca banjir bandang di NTT.

"Kita menambah kekuatan untuk mempercepat pencarian orang-orang yang dinyatakan hilang. Pada hari ini kita sudah menambahkan personel di Larantuka sebanyak 18, kemudian di Lembata 16 orang, Adonara Timur 16 orang," jelas Henri dalam keterangan pers virtual yang digelar pada Rabu malam (7/4/2021).

Lebih lanjut, pihaknya sedang berupaya untuk bisa kembali memberangkatkan kapal. Namun, higga saat ini masih belum memungkinkan karena tinggi gelombang.

"Kemudian pemberangkatan kapal yang dari Kupang, sampai saat ini belum bisa diberangkatkan karena tinggi gelombang yang masih belum memungkinkan kapal tersebut uuntuk bisa diberangkat ke Flores," katanya.

Adapun pemberangkat personil lainnya, selain melalui jalur laut, tim juga sudah ada yang berangkat melalu jalur udara yakni menggunakan pesawat Garuda dari makasar.

"Fasilitasnya dari BNPB dan kantor pusat Basarnas juga diberangkatkan lagi sebanyak 10 orang menggunakan pesawat CN tujuannya langsung ke Larantuka," jelasnya.

Adapun kendala di lapangan, tim SAR mengaku kesulitan karena kondisi bebatuan sangat banyak dan besar.

"Kendala tetap menyangkut kondisi di lapangan, banyak bebatuan karena longsoran yang tidak bisa melaukan pencarian lebih efektif lagi. Besaran batunya belum bisa memungkinkan untuk dilakukan penarian oleh manusia. Kita terus mencari celah dengan cara manual agar bisa mendapatkan hasil dan juga semoga cuaca membaik," jelasnya.

Baca Juga : Kembali Tinjau NTT Besok, Risma : Masih Banyak Daerah Kekurangan Bantuan

Pihaknya berharap dengan kondisi cuaca terus membaik proses pencarian dengan menggunakan alat berat yang dikirim menggunakan kapal bisa berjalan lanar.

"Sebagaimana arahan bapak Presiden tugas pertama kita adalah mencari dan menemukan orang yag dinyatakan hilang. Hari ini penemuan baru satu jasad lainnya belum ada laporan lagi," jelasnya.

Komunikasi juga, kata dia menjadi kendala, karena saat tim masuk ke daerah pedalaman tidak bisa melaporkan secara langsung terkait update pencarian.

"Jadi tim menunggu berita estafet yang dikirim dari para rescue, sehingga kadang belum bisa kontak hingga terjadi keterlambatan info tentang penemuan orang hilang," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini