Siklon Seroja Mulai Jauhi Indonesia, BMKG: Tetap Waspadai Cuaca Buruk di Daerah Ini

Haryudi, Koran SI · Rabu 07 April 2021 21:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 337 2391098 siklon-seroja-mulai-jauhi-indonesia-bmkg-tetap-waspadai-cuaca-buruk-di-daerah-ini-4UNVJwNSZN.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita menjelaskan perkembangan siklon tropis seroja sampai hari ini Rabu 7 April 2021 mulai menjauhi Indonesia.

"Kondisi saat ini terlihat citra satelit himawari, siklon Tropis Seroja saat ini sudah bergerak menjauhi wilayah Indonesia menuju samudera Hindia sebelah barat Australia," jelas Dwikorita dalam keterangan pers virtualnya.

Menurutnya kondisi saat ini tanggal 7 April pusat tekanan rendah sudah cukup jauh di bagian barat Australia dan akan terlihat nanti setelah tanggal 8-9 pengaruhnya.

"Kami memprediksi setelah tanggal 7 yaitu tanggal 8-9 pengaruh dari siklon seroja ini sudah semakin melemah. Meskipun dapat juga berkembangnya semakin kuat ke arah barat daya jadi secara umum dampak terhadap cuaca dari siklon tropis seroja masih terjad potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," katanya.

Bahkan, dampaknya hujan itu bakal disertai kilat petir dan angin kencang yang bergeser sampai ke wilayah jawa tengah, DIY, Jatim, Bali, NTB serta hujan intensitas sedang di NTT," katanya.

Jadi, lanjut Dwikorita, NTT intensitas hujannya sudah mulai menurun yang sebelumnya sangat lebat. Kemudian menurun menjadi lebat dan saat ini sedang.

"Dan diharapkan seger berkembang menjadi ringan. Dampak ini tidak hanya terfokus di NTT, tapi ini perlu ada kewaspadaan untuk wilayah Bali, NTB, Jawa Timur, DIY dan Jateng dari pengaruh tidak langsung Siklon Tropis Seroja yang menjauh ini," jelasnya.

Tak hanya itu, siklon tropis seroja juga masih berdampak pada tinggi gelombang laut dengan ketinggian mulai dari 2,5 - 4 meter.

"Gelombang tinggi ini berpeluang terjadi hingga selatan pulau Jawa dan NTB. Kemudian juga di samudera hindia selatan pulau jawa hingga bali dan perairan selatan pulau Sumba hingga pulau Rote yang tinggi gelombangnya bisa mencapai 4-6 meter, bahkan berpeluang trjadi di selatan NTB," jelasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini