Doni Monardo Sebut Banyak Korban di Lembata dan Alor Belum Ditemukan

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 07 April 2021 21:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 337 2391089 doni-monardo-sebut-banyak-korban-di-lembata-dan-alor-belum-ditemukan-ljHKQhRir6.jpg Banjir bandang di Flores Timur, NTT. (Foto : BNPB)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengatakan, saat ini korban paling banyak belum ditemukan akibat bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu di Lembata dan Alor. Sementara itu, korban meninggal per 7 April 2021, pukul 20.00 WIB saat ini sebanyak 138 orang.

“Kendala untuk menemukan jenazah yang masih berada di sejumlah daerah terutama yang terbanyak itu di Lembata dan Alor adalah karena kesulitan untuk mobilisasi alat berat ekskavator dan dump truk untuk mengangkut batu-batu yang sangat besar,” ucap Doni dalam konferensi pers virtual Update Penanganan Pascabanjir Bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu (7/4/2021) malam.

Selain itu, Doni mengatakan, cuaca buruk masih menjadi kendala dalam pencarian korban. “Kemudian cuaca yang juga masih belum begitu bagus ya. Karena sejumlah kapal yang mengangkut alat berat ini tidak bisa berlayar. Namun, mudah-mudahan cuaca malam ini semakin baik sehingga alat berat bisa dikirim dari Larantuka ke Pulau Adonara,” katanya.

Baca Juga : TNI AL Kerahkan 6 KRI Bantu Penanganan Bencana NTT 

Namun, kata Doni, saat ini sudah ada 4 helikopter yang siap untuk proses evakuasi. Ditambah lagi besok akan datang satu lagi. “Kemudian helikopter sudah ada 4 unit yang tergelar yaitu 2 unit di Maumere kemudian satu ini di Kota Kupang dan satu di Sumba. Satu lagi dalam proses dan diharapkan besok tiba,” katanya.

“Nah, khusus untuk daerah yang terisolir baik di Malaka, Rote Ndao, Adonara, di Alor dan di beberapa beberapa tempat lainnya akan kita optimalkan untuk pemanfaatan Helikopter. Karena cuaca masih perubahan,” kata Doni.

“Tadi pagi saya bersama dengan Bapak Wakil Gubernur dan Bapak Bupati yang semua sudah terjadwal akan ke Adonara akhirnya tidak bisa terbang karena hujan lebat di Larantuka dan cuaca berkabut di sekitar Adonara. Jadi hari ini praktis helikopter mengalami hambatan,” ujar Doni.

Baca Juga : Agar Tak Berkerumun di Pengungsian, Ini yang Pemerintah Lakukan untuk Korban Banjir NTT

Namun, Doni berharap besok cuaca mendukung sehingga pencarian korban bisa dilanjutkan. “Mudah-mudahan besok kita akan cuaca semakin membaik sehingga semua tempat yang belum terjangkau oleh jalur darat dan juga laut akan bisa terjangkau,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini