Listrik Mati Akibat Badai Seroja, Satu Wilayah di NTT Masih Padam

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 07 April 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 337 2390866 listrik-mati-akibat-badai-seroja-satu-wilayah-di-ntt-masih-padam-20jE060hhN.jpg Banjir Bandang NTT (Foto : BBC)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan saat ini masih ada satu wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang padam akibat jaringan listrik putus pasca siklon tropis seroja yang melanda hari Minggu 4 April 2021.

“Upaya-upaya penanganan terus dilakukan. Kemudian juga memperbaiki jaringan listrik dan telekomunikasi. Tadi malam masih ada satu wilayah yang belum bisa kembali lagi jaringan listriknya,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam konferensi pers virtual dari Graha BNPB, Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Namun, kata Raditya, saat ini sudah dilakukan proses perbaikan dengan koordinasi antara Wakil Gubernur NTT dengan PLN. “Dan sudah dilakukan koordinasi dengan Wakil gubernur dan PLN untuk memberikan instruksi lanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, siklon tropis seroja di NTT memicu terjadinya bencana di sejumlah wilayah yang mengakibatkan sebanyak 13.230 orang mengungsi. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per 7 April 2021, pukul 14.00 WIB sebanyak 13.230 mengungsi.

Sementara itu, 15 wilayah administrasi kabupaten dan kota di NTT terdampak. Di antaranya Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao, Ende, Sabu Raijua, Alor, Kupang, Belu, Timor Tengah Utara, Kota Kupang.

Baca Juga : Mensos Risma Marah-Marah saat Tinjau Korban Banjir Bandang di Flores Timur NTT, Ini Penyebabnya

Selain itu, Data dari Pusdalop per 7 April 2021 pukul 14.00 WIB ada 124 orang meninggal dunia.

“Dan kami akan merinci seberapa banyak data yang kami dapatkan. Disini data dari 124 jiwa yang meninggal, 67 dari Kabupaten Flores Timur, kemudian dari Lembata ada 28, kemudian 21 dari Kabupaten Alor, kemudian 3 dari Kabupaten Malaka, 2 dari kabupaten Sabu Raijua, 1 dari kota Kupang, 1 dari Kabupaten Ende, dan 1 dari Kabupaten Kupang,” papar Raditya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini