Cari Korban Bencana NTT, BNPB Kerahkan Anjing Pelacak

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 07 April 2021 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 337 2390685 cari-korban-bencana-ntt-bnpb-kerahkan-anjing-pelacak-koD06Slfv0.jpg Bencana banjir bandang di NTT (foto: ist)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan tim Search and Rescue (SAR) Dog, atau anjing pelacak dari Basarnas untuk mempercepat pencarian korban akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur.

“Jadi terus terang untuk evakuasi ini masih dalam proses rapat salah satunya dukungan dari Basarnas dan TNI, dukungan Basarnas dari Bali, Makassar, Sorong langsung menggunakan dengan tim terpadu bersama TNI Polri untuk melakukan evakuasi. Kemudian Tim SAR Dog juga dikirim, pagi ini diagendakan bisa mencapai lokasi untuk mendukung pencarian dan evakuasi,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Rabu (7/4/2021).

Baca juga:  Presiden China Sampaikan Belasungkawa kepada Korban Bencana Alam NTT

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi Selasa (6/4/2021), Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bahwa pencarian korban saat ini masih terkendala. Bahkan, beberapa alat berat yang disiapkan juga belum bisa mencapai lokasi. Alat berat yang disiapkan yakni 8 unit ekskavator, enam unit dump truck.

“Alat berat sudah disiapkan, namun belum bisa dikirim ke tujuan, terutama ke Adonara dan Alor. Sedangkan di Lembata masih diupayakan ke perusahaan yang sedang mengerjakan jalan untuk dikerahkan menuju ke sasaran,” kata Doni.

 Baca juga: Dampak Siklon Seroja, BMKG: Masih Akan Terasa dari NTB hingga Yogyakarta

Sehingga, kata Doni, anjing pelacak ini akan dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat pencarian korban bencana.

“Akan didatangkan SAR Dog yang sudah berpengalaman seperti pencarian korban di Mamuju, besok pagi mereka akan diprioritaskan ke tiga lokasi, Lembata, Alor, dan Adonara,” tuturnya.

Sementara itu, Raditya juga mengatakan bahwa Pusat Krisis Kementerian Kesehatan juga telah meninjau seluruh rumah sakit yang bisa digunakan untuk korban bencana.

“Kementerian Kesehatan juga turun langsung Kementerian Kesehatan Pusat Krisis untuk mendukung, kemarin juga sudah ditinjau untuk seluruh rumah sakit,” sambungnya.

“Kemudian dukungan lain adalah helikopter, ada 6 helikopter yang standby di wilayah NTT untuk Kupang, Maumere, Sabu Raijua, Malaka, ini memberikan logistik untuk wilayah terisolir, tidak terjangkau logistik. Kemudian untuk kepentingan SAR, dan untuk memberikan kepentingan warga yang memang membutuhkan evakuasi yang dirujuk,” papar Raditya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini