Tinjau Vaksinasi MUI, Wapres: Ini Istimewa karena Pakai AstraZeneca

Dita Angga R, Sindonews · Rabu 07 April 2021 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 337 2390639 tinjau-vaksinasi-mui-wapres-ini-istimewa-karena-pakai-astrazeneca-F3AiWNhuBS.jpg Wapres Maruf Amin (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada hari ini, Rabu (7/4/2021).

Dia mengatakan bahwa vaksin Covid-19 ini merupakan vaksinasi keempat kalinya di MUI. Namun, menurutnya lebih istimewa karena menggunakan vaksin AstraZeneca.

“Istimewanya vaksinasi yang keempat ini menggunakan vaksin Astrazeneca. Kenapa itu menjadi istimewa? Karena memang masalah ini kan menjadi persoalan yang cukup hangat,” kata dia.

Seperti diketahui vaksin AstraZeneca sempat menjadi perbincangan hangat karena adanya kandungan yang tidak halal. Meski begitu, Maruf mengatakan bahwa MUI sesuai dengan keputusannya tetap boleh mempergunakan vaksin virus corona tersebut.

Baca juga: Cegah Terorisme, Wapres: Tolak Segala Bentuk Kekerasan Atas Nama Agama

“Tapi Majelis Ulama sesuai dengan pandangan dan keputusannya bahwa AstraZeneca walaupun ada persoalan bahannya ada sesuatu yang haram, tapi dinyatakan boleh digunakan. Karena itu maka yang kita persoalkan sekarang jangan lagi bicara halal haram tapi boleh apa tidak boleh,” ungkapnya.

Baca juga: Sebelum Divaksin, Ketahui Dulu Prosedur Layanannya

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa penggunaan vaksin AstraZeneca pada vaksinasi di MUI ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak ada keraguan.

“Jadi masyarakat tidak perlu ragu menggunakannya dari segi kebolehannya menurut pandangan keagamaan oleh MUI,” ujarnya.

Maruf memastikan bahwa hal ini akan dilanjutkan ke pengurus MUI di daerah. Dia berharap, tak ada lagi masyarakat yang ragu melakukan vaksinasi Covid-19 tersebut.

“Karena bagi Majelis Ulama, vaksinasi itu sudah menjadi kewajiban atau fardhu kifayah. Karena apa? Herd immunity atau kekebalan itu baru bisa dicapai kalau 70% sudah divaksin. Artinya 181,5 juta. Karena itu hukumnya wajib sebelum tercapainya, tervaksinnya 181,5 juta penduduk Indonesia,” pungkasnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini