Menyongsong Indonesia Emas 2045, Pemerintah Pastikan SDM Bebas Prevelansi Stunting

Erfan Maaruf, iNews · Rabu 07 April 2021 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 337 2390600 menyongsong-indonesia-emas-2045-pemerintah-pastikan-sdm-bebas-prevelansi-stunting-V9YoKkMb6N.jpg Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Wiryanta menyebut, menyongsong Indonesia Emas 2045 pemerintah memastikan pertumbuhan sumber daya manusia (SDM) unggul yang bebas dari prevalansi stunting.

“Pemerintah menargetkan generasi Indonesia bisa bebas stunting demi menyongsong bonus demografi di 2030, dan menuju Indonesia Maju di 2045,” ujar Wiryanta dalam keterangan tertulis, Rabu (7/4/2021.

Dia menjelaskan, Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu daerah yang berhasil menurunkan prevelansi stunting. Pada tahun 2017, angka stunting di Purwakarta masih tinggi di angka 30 persennkemudian menurun drastis hingga 23 persen di tahun 2019.

“Purwakarta adalah satu contoh untuk penurunan prevelansi stunting tergolong cepat sejak tahun 2017,” ujar Wiryanta.

Baca Juga: Fokus Tumbuh Kembang Anak, MNC Peduli Kembali Sambangi Desa Wates Jaya Bogor

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan pihaknya telah menerbitkan SK Bupati tentang pembentukan tim percepatan penanggulangan stunting di Kabupaten Purwakarta. Pembentukan tim yang terdiri dari lintas sektor ini, dapat mendorong keluarga -keluarga untuk berperan aktif di sektor kesehatan, menciptakan generasi bersih dan sehat sejak dalam kandungan.

Baca Juga: Ma'ruf Amin Sebut Tingginya Angka Stunting Dapat Hambat Upaya Menghasilkan Generasi Cerdas

“Bidang kesehatan merupakan prioritas misi pembangunan Kabupaten Purwakarta. Kami pemerintah daerah mengawal setiap program pusat terkait pengendalian stunting, intervensi hidup perilaku hidup bersih dan sehat di seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta,” ujar Anne.

Sementara itu Tim KIE Stunting Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dr M Yani menyebutkan, pernikahan dini menjadi salah satu pemicu terjadinya stunting. Sebagian besar pernikahan usia dini akan tidak mengerti parenting dan terbelit masalah finansial.

“Stunting erat sekali hubungannya dengan kawin remaja. Remaja-remaja yang menikah dini, punya anak, belum matang dari sisi parenting, sering bertengkar, yang membuat anak tidak tercukupi gizi dan kebutuhan lainnya,” kata Yani.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini