KPK: Singapura Surganya Para Koruptor

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 07 April 2021 06:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 337 2390558 kpk-singapura-surganya-para-koruptor-CLojEaP2IT.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto menyebut Singapura merupakan surganya para buronan kasus tindak pidana korupsi hingga saat ini.

"Surganya koruptor yang paling dekat adalah Singapura," kata Karyoto kepada wartawan, Selasa 6 April 2021 malam.

Karyoto menjelaskan, alasan dirinya menyebut Singapura sebagai surganya para buronan koruptor lantaran negara tetangga itu menjadi satu-satunya negara yang tidak menandatangani perjanjian ekstradisi dengan Indonesia.

"Dan kita tahu bahwa satu-satunya negara yang tidak menandatangani ekstradisi yang berkaitan dengan korupsi adalah Singapura," jelasnya.

Bahkan, ketika buronan koruptor telah mendapatkan permanent resident di Singapura akan membuat kerja lembaga antirasuah semakin sulit untuk menangkap para koruptor tersebut.

Baca juga: KPK Tangkap Samin Tan, Bagaimana Pencarian Harun Masiku dan Buronan Lainnya?

"Kalau yang namanya pencarian dan kemudian dia berada di luar negeri apalagi di Singapura, secara hubungan antarnegara memang di Singapura nih kalau orang yang sudah dapat permanent resident dan lain-lain agak repot, sekalipun dia udah ditetapkan tersangka," tegasnya.

Baca juga: KPK Tangkap Samin Tan di Kafe Kawasan MH Thamrin

Dari informasi yang dihimpun, ada beberapa buronan kasus korupsi yang tinggal di Singapura dan hingga saat ini. Salah satunya tersangka kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), sebelum di SP3, KPK kesulitan menangkap Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim.

Keduanya diduga memegang izin tinggal tetap (permanent resident) di Singapura. KPK pun telah berkirim surat ke sana. Namun, Sjamsul dan istri tidak pernah memenuhi panggilan itu hingga akhirnya KPK menghentikan penyidikan kasusnya dan akan mencabut status buron keduanya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini