Tentara Pelajar Mas TRIP Jika Ujian Kembali ke Sekolah

Doddy Handoko , Okezone · Rabu 07 April 2021 06:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 337 2390548 tentara-pelajar-mas-trip-jika-ujian-kembali-ke-sekolah-00Z1ZzttuO.jpg Ilustrasi tentara Pelajar (Foto: Wikipedia)

JAKARTA - Tentara Pelajar (TP) adalah suatu kesatuan militer yang ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia, anggotanya terdiri dari sebagian besar para pelajar dan sebagian kecil mahasiswa.

Di seluruh Tanah Air para mahasiswa tergabung dalam Tentara Pelajar (TP), Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), Tentara Genie Pelajar (TGP) dan sebagainya. Para mahasiswa dan pelajar pejuang yang di Jawa kemudian digabung dalam Brigade 17 TNI.

Ada beberapa istilah untuk penyebutan Tentara Pelajar yaitu di Jawa Timur disebut TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar), di Jogja dan Solo disebut Tentara Pelajar, di sebagian Jatim, Jateng dan Jogja ada TGP (Tentara Genie Pelajar), di Boyolali ada Sturm Abteilung (SA), di Banyumas ada Pasukan Pelajar IMAM (Indonesia Merdeka Atoe Mati), Mastepe, di Jabar ada Pelajar Siliwangi, di Sumsel ada Pelajar Sriwijaya, di daerah Pati ada Pasukan T dan lain-lain.

"Nama Mas TRIP merupakan gabungan dua kata: Mas dan TRIP. 'Mas' merupakan sapaan khas penduduk Jawa kepada laki-laki, sementara 'TRIP' merupakan akronim dari Tentara Republik Indonesia Pelajar (Belanda menyebutnya: Die Kleintjes)," kata Waketum Bidang Hukum dan Huhubungan Organisasi Pengurus Pusat Paguyuban Mastrip Jawa Timur, Djudju Purwantoro Rabu (7/4/2021).

Cikal bakal berdirinya Tentara Pelajar bermula dari para pelajar yang pada awal kemerdekaan tergabung dalam satu-satunya organisasi pelajar yaitu Ikatan Pelajar Indonesia (IPI).

Pada 17 Juli 1946 di Lapangan Pingit Yogyakarta atas perintah Markas Besar Tentara Keamanan Rakyat, oleh Mayor Jendral dr. Moestopo, seorang petinggi di MBTKR, telah dikukuhkan dan dilantik pasukan pelajar menjadi Tentara Pelajar.

Baca juga: Wamenhan: Ancaman Pertahanan Negara Bukan Lagi Didominasi Militer

Usia rata-rata anggota TRIP antara 12 hingga 20 tahun. Mereka masihlah sangat muda, bukan pasukan profesional seperti Gurkha, tapi berani bertempur. Untuk menghargai keberanian para pemuda ini, masyarakat memanggil mereka (para anggota TRIP) dengan sebutan Mas. Jadilah sebutan MASTRIP akhirnya populer di masyarakat.

Para pelajar pada awal kemerdekaan tergabung dalam organisasi pelajar yaitu Ikatan Pelajar Indonesia (IPI).Mereka kemudian membentuk sayap militer di dalam IPI yang bernama “IPI Bagian Pertahanan”. Nama tersebut kemudian berubah nama menjadi Markas Pertahanan Pelajar (MPP).

Sayap militer tersebut menjadi wadah bagi para pelajar setingkat SMP dan SMA kala itu untuk berjuang mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. MPP terdiri dari 3 resimen yaitu: Resimen A di Jawa Timur dipimpin oleh Isman, Resimen B di Jawa Tengah dipimpin oleh Soebroto, Resimen C di Jawa Barat dipimpin oleh Mahatma.

"Nama Resimen A di Jawa Timur, hampir tidak pernah digunakan, justru sebutan TRIP yang tenar. Sebelum bernama TRIP, kesatuan tentara pelajar di Jawa timur sempat mengalami perubahan nama berulang kali," ungkapnya.

Pada awalnya kesatuan ini bernama BKR Pelajar, mengikuti nama cikal bakal tentara nasional yang kala itu yang bernama BKR (Badan Keamanan Rakyat).

Baca juga: China Dikabarkan Membangun Tentara Super, yang Tahan Sakit dan Tak Punya Rasa Takut

Tanggal 5 Oktober 1945 BKR berubah menjadi TKR (tentara Keamanan Rakyat), maka dengan sendirinya, pada tanggal 19 Oktober 1945 BKR Pelajar pun berubah nama menjadi TKR Pelajar yang diresmikan oleh komandan TKR Kota Surabaya, Mayjend Soengkono.

Tahun 1946 TKR berubah lagi menjadi TRI (tentara Republik Indonesia), maka pada tanggal 26 Januari 1946 TKR pelajar berubah nama menjadi TRI Pelajar yang kemudian dikenal dengan sebutan TRIP.

"Pasukan TRIP Jawa Timur, markas pusatnya yang ada di Malang, sementara pemusatan pasukannya ditempatkan di Desa Jetis, sebelah timur Mojokerto. Tempat tersebut merupakan basis perjuangan pelajar-pelajar yang akan menuju garis depan. mereka yang datang dari daerah-daerah seperti: Kediri, Blitar, Malang, Jember, Madiun, Bojonegoro dan tempat tempat lain," paparnya.

Pasukan TRIP Jawa Timur memiliki 5 Batalion, Batalion 1000 meliputi Karesidenan Surabaya dengan markasnya berkedudukan di Mojokerto, pimpinannya adalah pelajar Gatot Kusumo.

Batalion 2000 meliputi Karesidenan Madiun dan Bojonegoro, markasnya berkedudukan di Madiun, pimpinannya adalah pelajar Surachman.

Batalion 3000 berkedudukan di Karesidenan Kediri, markasnya berkedudukan di Kediri, pimpinannya adalah pelajar Sudarno.

Batalion 4000 meliputi Karesidenan Besuki dan lumajang, pimpinannya adalah pelajar Mukarto. Markasnya berkedudukan di Jember, tepatnya terletak di Jl. Yos Sudarso no. 4, di Pavilyun rumah keluarga Soeparman (Boediman).

Batalion 5000 meliputi Karesidenan Malang, markasnya berkedudukan di Malang pimpinannya adalah pelajar Susanto.

Pada tahun 1948, saat menghadapi Agresi Belanda II, Presiden Soekarno memasukkan kesatuan pelajar pejuang ini ke dalam kesatuan otonom di jajaran TNI (Tentara Nasional Indonesia), yakni Brigade XVII TNI, yang di berada bawah kendali Markas Besar Komando Djawa (MBKD).

Kesatuan Tentara Pelajar ini dibagi menjadi 4 detasemen dan 1 detasemen khusus, yakni: Detasemen I untuk Jawa Timur yang lebih dikenal dengan nama Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) di bawah komando Isman.

Detasemen II di Solo, Semarang dan sekitarnya di bawah komando Achmadi. Detasemen III di Yogyakarta, Kedu, Banyumas, Pekalongan dan sekitarnya di bawah komando Martono. Detasemen IV di Cirebon dan Jawa Barat umumnya dengan julukan Tentara Pelajar Siliwangi (TPS) di bawah komando Solichin. Detasemen V (detasemen khusus teknik) bernama Tentara Genie Pelajar (TGP) di bawah komando Hartawan.

"Karena statusnya sebagai pelajar, kesatuan tentara pelajar ini, ketika menghadapi ujian sekolah mereka meninggalkan markas, pulang kembali ke sekolah masing-masing untuk mengejar ketertinggalan pelajaran," ucapnya.

Hal tersebut berlaku kecuali dalam kondisi darurat. Setelah masa kenaikan kelas atau ujian akhir selesai mereka akan dikirim kembali ke front secara bergilir. Bila Belanda melakukan agresi militer, maka seluruh anggota TRIP harus terjun langsung.

Pada awal 1951, kesatuan Tentara Pelajar secara resmi dibubarkan dalam sebuah upacara demobilisasi. Masing-masing anggota diberi penghargaan dari Pemerintah RI mewakili negara berupa "uang jasa", semacam beasiswa, yang disebut KUDP.

Selain itu diberikan pula pilihan, hendak melanjutkan studi yang terbengkalai selama menjadi tentara pejuang, atau tetap melanjutkan karier militer di TNI maupun Polri.

Meskipun secara resmi telah dibubarkan, namun saat ini masih ada kesatuan-kesatuan yang secara kesejarahan menginduk kepada Tentara Pelajar. Salah satunya adalah Resimen Mahasiswa (Menwa) yang terdapat hampir di setiap kampus di Indonesia.

Untuk mengenang jasa para pahlawan Tentara Pelajar, nama Tentara Pelajar, Mas TRIP, dan sebutan lain yang sejenis diabadikan menjadi nama-nama jalan di kota besar di Indonesia.

Selain diabadikan sebagai nama-nama jalan, dibangun pula monumen atau tugu Mas TRIP di berbagai tempat. Di Jember, Monumen/Tugu Mastrip dibangun tahun 1965 oleh AMD Marinir. Monumen ini berdiri di Desa Sukojember, kecamatan Jelbuk, tepat di pinggir jalan antar kota (Jember-Bondowoso), dan berada di ketinggian tanah

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini