Soal Telegram Larangan Media Tampilkan Arogansi Aparat, DPR: Biarkan Jurnalis Kerja Apa Adanya

Rakhmatulloh, Sindonews · Selasa 06 April 2021 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 337 2390286 soal-telegram-larangan-media-tampilkan-arogansi-aparat-dpr-biarkan-jurnalis-kerja-apa-adanya-OtmzSMEreN.jpg Polisi saat mengamankan demonstrasi (Ilustrasi/Dok Okezone)

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Adies Kadir, mengaku pihaknya enggan berspekulasi terlalu jauh terkait munculnya Telegram (TR) terkini Kapolri. Pada poin pertama telegram itu disebutkan melarang media untuk menyiarkan tindakan kekerasan dan arogansi yang diduga dilakukan oleh aparat.

"Jadi kita tidak masuk dulu terlalu jauh ya, mencurigai seperti itu," kata Adies di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Lebih lanjut Adies mengatakan, pada prinsipnya, apa yang dikeluarkan oleh media berdasarkan etika jurnalistik dan dilindungi undang-undang.

"Tentunya kan biarkan jurnalis bekerja apa adanya untuk menyampaikan berita-berita dengan baik. Bukan berita berita hoaks, berdasarkan fakta-fakta di lapangan. Saya pikir kita tidak boleh mengebiri hak-hak daripada rekan jurnalis," ucapnya.

Karena itu, politisi Partai Golkar tersebut mengaku akan meminta klarifikasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam forum rapat dengar pendapat, atau bahkan dirinya untuk sementara akan menghubungi langsung Kapolri untuk menanyakan hal tersebut.

"Kalau untuk meredam daripada internal, karena memang satu penyelidikan itu atau penyidikan kan tidak bisa diekspose. Ini kan hukum tidak bisa diekspose serta-merta oleh para penyidik karena itu merupakan rahasia, rahasia penyidik, rahasia negara. Karena masih dalam penyidikan. Kecuali sudah berkekuatan hukum tetap itu boleh baru boleh diekspose," ujarnya.

Baca Juga : Telegram Kapolri ke Humas: Larang Siarkan Arogansi hingga Korban Kejahatan Seksual

"Jadi kita harus menanyakan secara langsung kepada pihak kepolisian, apakah ini menyangkut internal dari penyelidikan atau apa surat telegram tersebut," tutur Adies.

Baca Juga : Telegram Kapolri Soal Humas Dipastikan untuk Internal

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini