Wapres Ma'ruf : Rasio Vaksinasi Covid-19 di Indonesia di Bawah Rata-Rata Dunia

Dita Angga R, Sindonews · Selasa 06 April 2021 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 337 2390140 wapres-ma-ruf-rasio-vaksinasi-covid-19-di-indonesia-di-bawah-rata-rata-dunia-oH55049BnZ.jpg Wapres KH Ma'ruf Amin. (Foto : Setwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan, sampai 31 Maret 2021 sebanyak 8 juta orang telah divaksinasi Covid-19. Sebanyak 3,6 juta di antaranya telah memperoleh vaksinasi lengkap.

Meski begitu, Ma'ruf menyebut, rasio dosis vaksinasi per 100 penduduk di Indonesia masih di bawah rata-rata dunia.

“Namun, karena jumlah penduduk kita besar, rasio dosis vaksinasi per 100 penduduk baru sekitar 4,2 orang di bawah rata-rata dunia 7,4 orang,” katanya dalam acara Forum Indonesia Bangkit dengan tema Strategi Sektor Kesehatan untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi, Selasa (6/4/2021).

Dia berharap target vaksinasi dapat dituntaskan pada akhir tahun ini. Sehingga kekebalan komunal untuk menekan penularan Covid-19 dapat segera tercapai.

“Harapannya hingga akhir tahun ini vaksinasi dapat diberikan kepada 181 juta orang atau 70% penduduk, untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity,” ujarnya.

Ma'ruf mengatakan program vaksinasi menjadi game changer terhadap pemulihan kesehatan dan ekonomi. Hal inilah yang membuat semua negara berusaha mengamankan distribusi dan pasokan vaksin. Pasalnya ada kekhawatiran negara produsen menahan distribusi vaksin.

“Indonesia bersama negara-negara lain dan WHO mendukung seruan global untuk membuat perjanjian internasional tentang akses vaksin, obat-obatan, serta perlengkapan diagnostik untuk mengatasi pandemi secara adil bagi semua masyarakat dunia,” katanya.

Dia mengimbau masyarakat agar mau menerima vaksinasi Covid-19. Apalagi menurutnya vaksinasi teruji mampu menahan laju penularan Covid-19.

Baca Juga : Tinjau Vaksinasi di Pariaman, Wapres Minta Lansia Tak Takut dan Ragu

“Sejauh ini vaksinasi yang dilakukan telah teruji mampu menahan laju penyebaran Covid, teruji aspek keamanannya oleh BPOM, dan telah dinyatakan boleh digunakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI),” tuturnya.

Baca Juga : Wapres: Tetap Ketat Terapkan Protokol Kesehatan saat Ibadah Ramadhan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini