Jokowi Minta Percepat Perbaikan Infrastruktur di NTT-NTB

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 06 April 2021 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 337 2390071 jokowi-minta-percepat-perbaikan-infrastruktur-di-ntt-ntb-mEHyTsqm5D.jpg Presiden Jokowi

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat perbaikan infrastruktur yang hancur akibat diterjang banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Pak Menteri PU lagi, untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak. Saya lihat ada beberapa jembatan roboh, akses jalan juga segera pulihkan," kata Jokowi saat rapat terbatas secara virtual, Selasa (6/4/2021).

Tak hanya itu, Kepala Negara memerintahkan jajarannya memulihkan jaringan listrik dan telekomunikasi di sana. Hal itu guna memperlancar komunikasi dalam rangka penanganan bencana.

"Jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, jaringan internet, dan juga distribusi logistik dan BBM sehingga ini bantuan dapat segera tersalurkan ke masyarakat yang jadi korban bencana," tuturnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga saat ini sebanyak 128 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di NTT pada Minggu, 4 April 2021.

Baca Juga : Jokowi: BMKG Harus Gencarkan Peringatan Cuaca Ekstrem Siklon Tropis Seroja

Banjir bandang tersebut akibat cuaca ekstrem dari siklon tropis seroja. Sebanyak 8 wilayah administrasi kabupaten dan kota yang terdampak antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

Selain itu, total korban dilaporkan hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21.

BNPB juga mencatat sebanyak 2.019 KK atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya terdampak bencana banjir bandang di NTT.

Baca Juga : Jokowi Sebut Bantuan Belum Bisa Masuk ke Lokasi Bencana NTT-NTB karena Cuaca Ekstrem

Banjir bandang juga melanda NTB. Puluhan ribu orang terdampak musibah ini dan beberapa di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini