Jokowi: BMKG Harus Gencarkan Peringatan Cuaca Ekstrem Siklon Tropis Seroja

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 06 April 2021 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 337 2390059 jokowi-bmkg-harus-gencarkan-peringatan-cuaca-ekstrem-siklon-tropis-seroja-GRKLcR7uz4.jpg Presiden Jokowi (Foto: Biro Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggencarkan peringatan dini cuaca ekstrem akibat siklon tropis seroja. Hal ini dinilai penting untuk mengantisipasi bahaya lanjutan akibat adanya fenomena alam tersebut.

"Saya minta dilakukan antisipasi terhadap bahaya lanjutan adanya cuaca yang sangat ekstrem yang terjadi di berbagai kawasan di Indonesia dan saya minta BMKG menggencarkan peringatan cuaca ekstrem akibat siklon tropis seroja," katanya saat rapat terbatas secara virtual, Selasa (6/4/2021).

Jokowi juga berpesan kepada BMKG untuk memastikan kelancaran akses informasi kepada masyarakat terkait peringatan dini cuaca ekstrem tersebut.

Baca juga: Jokowi: NTT dan NTB Alami Dampak Siklon Tropis Seroja Paling Besar

"Pastikan kepala daerah dan masyarakat bisa mengakses dan memantau prediksi cuada dan iklim yang dikeluarkan BMKG, mereka harus tau semuanya, sehingga masyarakat bisa meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan untuk hadapi ancaman risiko baik itu angin kencang bahaya banjir banjir bandang dan longsor," tuturnya.

Baca juga: Jokowi Sebut Bantuan Belum Bisa Masuk ke Lokasi Bencana NTT-NTB karena Cuaca Ekstrem

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga saat ini sebanyak 128 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur, Minggu 4 April 2021, lalu.

Banjir bandang tersebut akibat cuaca ekstrem dari siklon tropis seroja. Dimana 8 wilayah administrasi kabupaten dan kota yang terdampak antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

Selain itu, total korban dilaporkan hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21.

BNPB juga mencatat sebanyak 2.019 KK atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya terdampak bencana banjir bandang di NTT.

Banjir bandang juga melanda NTB. Puluhan ribu orang terdampak musibah ini dan beberapa di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini