Update Banjir Bandang NTT: 128 Meninggal Dunia, 72 Orang Dilaporkan Hilang

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 06 April 2021 08:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 337 2389987 update-banjir-bandang-ntt-128-meninggal-dunia-72-orang-dilaporkan-hilang-slrufxEA95.jpg Banjir bandang di NTT (Foto

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga saat ini sebanyak 128 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur, Minggu 4 April 2021, lalu.

Banjir bandang tersebut akibat cuaca ekstrem dari siklon tropis seroja. Dimana 8 wilayah administrasi kabupaten dan kota yang terdampak antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

“Total warga meninggal dunia berjumlah 128 warga meninggal dunia selama cuaca ekstrem berlangsung di beberapa wilayah tersebut, dengan rincian Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangannya, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Cerita Warga saat Banjir Bandang Flores Timur: Kami Semua Sangat Panik

Selain itu, total korban dilaporkan hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21.

BNPB juga mencatat sebanyak 2.019 KK atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya terdampak bencana banjir bandang di NTT.

Baca juga: Update, Dampak Terkini Siklon Tropis Seroja Akibatkan 8.424 Warga NTT Mengungsi

Pemerintah daerah terus memutakhirkan data dari kaji cepat di lapangan. Warga yang mengungsi tersebar di lima kabupaten di wilayah Provinsi NTT.

Pengungsian terbesar diidentifikasi berada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa (1.803 KK) , Lembata 958, Rote Ndao 672 (153 KK), Sumba Barat 284 (63 KK) dan Flores Timur 256.

Bencana cuaca ekstrem di beberapa wilayah tadi juga berdampak pada sejumlah kerugian total antara lain 1.962 unit rumah terdampak, 119 unit rumah rusak berat (RB), 118 unit rumah rusak sedang (RS) dan 34 unit rumah rusak ringan (RR), sedangkan fasilitas umum (fasum) 14 unit RB, 1 RR dan 84 unit lain terdampak.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini