Banjir dan Longsor NTT: Cuaca Ekstrem, Pengiriman Logistik ke Pulau Adodara Terkendala

Agregasi BBC Indonesia, · Selasa 06 April 2021 07:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 337 2389974 banjir-dan-longsor-ntt-cuaca-ekstrem-pengiriman-logistik-ke-pulau-adodara-terkendala-wjebZSGtlz.jpg Banjir bandang dan lonsor di Nusa Tenggara Timur.(Foto:BBC)

JAKARTA - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, mengakui pengiriman bantuan logistik kepada korban yang terdampak banjir dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) terkendala kondisi geografis.

"Untuk mendapatkan aksestabilitas, terutama pulau-pulau kecil, menjadi tantangan kita di sana," katanya.

 Karena cuaca ekstrem, bantuan logistik belum bisa dikirim melalui angkutan laut ke Pulau Adonara. "Apakah nanti akan menggunakan pesawat atau heli, nanti akan kami sampaikan selanjutnya," ungkapnya.

Baca Juga: Jalur Darat dan Laut di NTT Terganggu Cuaca Buruk, Penanggulangan Bencana Terhambat

Dia menambahkan, tantangan terberat lainnya adalah mengevakuasi dengan memanfaatkan alat-alat berat. Ditanya apakah pemerintah sudah menetapkan status bencana di Flores Timur, Raditya mengatakan, sejauh ini belum ada informasi tentang hal itu.

"Mungkin akan ditetapkan statusnya, tapi kita lihat dulu perkembangannya," katanya.

Baca Juga: Sejumlah Wilayah di NTT Masih Terisolasi Akibat Banjir Bandang

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai Senin (5/4/2021) banjir bandang dan longsor yang melanda Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan setidaknya 68 orang meninggal dan 14 orang lainnya masih dalam pencarian.

Sementara di Kabupaten Lembata hingga Senin (5/4/2021) pukul 14.00 WIB, banjir bandang menewaskan 11 warga dan 16 lainnya hilang.

Situs Basarnas menyebutkan, tim SAR gabungan pada hari kedua mengevakuasi puluhan jenazah di Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, angka-angka itu masih akan terus berkembang.

Sejauh ini, setidaknya 2,600 orang terdampak bencana banjir terbesar dalam 10 tahun ini. Data dari BNPB menunjukkan bencana besar terakhir di NTT terjadi di Timor Tengah Selatan pada November 2010 dengan korban jiwa 31 orang. Sementara di Timor Leste, setidaknya 21 orang meninggal akibat banjir, sebagian besar korban di ibu kota Dili.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyatakan, telah memerintahkan Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri PUPR, Panglima TNI dan Kapolri untuk segera melakukan evakuasi dan menangani korban bencana di lapangan.

"Selain itu, segera melaksanakan penanganan dampak bencana yang diperlukan," kata Jokowi yang disiarkan dalam akunnya di Twitter, seraya menyatakan dukacita yang mendalam atas korban meninggal dunia dalam musibah tersebut atas nama pribadi dan rakyat Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini