Kisah Tragis Rossina, Dinikahkan dengan Budak Tua & Dibakar Hidup-hidup

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 06 April 2021 06:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 337 2389946 kisah-tragis-rossina-dinikahkan-dengan-budak-tua-dibakar-hidup-hidup-Oa0quCwJKh.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Zaman Hindia Belanda terdapat cerita tragis tentang budak jelita bernama Rossina. Cerita ini pernah dimuat bersambung dalam surat kabar Bintang Betawi karya F.D.J. Pangemanan yang diterbitkan pada tahun 1903.

Cerita Rossina juga telah dipentaskan di panggung komidi bangsawan di kota besar di pantai utara Jawa, pantai timur Sumatera, Singapura, dan Malaya. Balai Pustaka menerbitkan cerita ini atas nama Toelis Soetan Pati dengan menyebutkan "dipetik dari karangan Tuan F.D.J. Pangemanan.

H.F.R. Kommer, juga membuat dalam bukunya berjudul "Rossinna Swatoe tjerita jang Amat Bagoes dan Betoel Soeda Kedjadian di Betawi,” dicetak oleh Bataviasche Snelpersdrukkerij Kho Tjeng Bie & Co, Pantjoran Batavia (Java), 1910.

Baca juga: Kisah Tragis Budak Belian, Dijual 10 Dollar, Dicambuk dan Jadi Pemuas Nafsu

Rossinna adalah satu dari sekian banyak roman klasik yang mengisahkan percintaan dendam, dan perbudakan pada zaman kolonial Belanda. Secara umum dapat dilihat kehidupan masyarakat waktu itu, gambaran kelompok yang berkuasa dan yang tertindas.

Baca juga: Menjadi Budak Selama 40 Tahun dan Dipaksa Kawin dengan Orang yang Lebih Tua, Wanita Ini Berhasil Diselamatkan

"Sjahadan antara boedak-boedaknya Toean Van Der Ploegh, ada djoega satoe orang prampoean moeda, Rossina namanja jang teramat tjantik dan manis parasnja, dan dalem antero bilangan Betawi tiada ada lagi seorang prampoean jang boleh disamaken padanya. Maskipoen Rossina asal toeroenannja orang Bali, koelitnya tiada hitem, malahan poetih koening sebagai koelit langsep. Oemoernja moeda sekali, belon anem belas taoen," demikian salah satu dialog dalam pertunjukkan tersebut, Senin (6/4/2021)

"Apabila Njonja Van der Ploegh pergi melantjong atau pergi di gredja, Rossina selamanja di adjak boeat bawa tempat siri. Di mana tempat ia liwat, senantiasa Rossina dipandeng dan dipoedji orang kerna eloknya. Pakeannya tiada sebrapa bagoes, sedang sadja, jaitoe badjoe koeroeng poetih pendek sampai diwates pinggang dan kain batik, aken tetapi pinggangnja jang langsing ada teriket dengan pending mas, taboer berliant. Ramboetnja, jang item moeloes dan pandjang sampe dimata kaki, selamanja dikondei sadja di betoelan leher. Ramboet ini biasanja digaboeng dan terhias dengan brapa toesoek kondei mas bermata berliant. Semoea barang mas inten ini soedah tentoe boekan poenjanja si Rossina, tetapi ada punjanja Njonja Van der Ploegh jang soeka sekali riaskan boedak-boedaknja soepaja njata pada orang banjak bebrapa besar kekajaanja...,” lanjutnya.

Rossina yang cantik harus bersedia dinikahkan dengan Apol, budak tua yang jelek karena Nyonya van der Ploegh takut suaminya akan direbut oleh Rossina.

Nyonya ini pernah membakar tangan Rossina gara-gara membuat anaknya, sinyo Jantje menangis. Apol yang melihat semua itu tumbuh dendamnya, ingin membunuh nyonya yang kejam itu.

Pada suatu hari ketika nyonya Ploegh bersama anak-anaknya pergi bertamasya ke Kebon Binatang Mas di Ancol, Rossina memutuskan untuk lari ikut dengan Djojo yang dicintainya.

Apol yang tidak menemukan istrinya mengira bahwa Rossina telah dibunuh nyonyanya. Dengan marah dia membunuh nyonya Ploegh dan anak-anaknya. Ketika mau ditangkap tuan Ploegh, Apol bisa melarikan diri. Untung tak dapat diraih malang tak bisa ditolak, Rossina yang memutuskan lari dengan Djojo, yang mengaku juragan kayu ternyata hanya seorang kepala perampok yang kejam.

Apol dalam pelariannya masih terus berusaha mencari Rossina. Di sebuah hutan antara Betawi dan Bogor, tanpa sengaja ia mendengar pembicaraan kawanan perampok si Djojo dengan Siman yang baru saja menculik nona Annie.

Siman mau mengambil Rossina sebagai istri karena Djojo sudah punya nona Annie. Apol kemudian melaporkan gerombolan perampok itu kepada tuan van der Laan, kekasih nona Annie.

Cerita diakhiri dengan pernikahan Laan dengan Annie dan diberikannya surat pembebasan kepada Apol dan Rossina.

Ada versi lain, dalam kisah yang ditulis Kommer, Rossinna karena sang nyonya cemburu akan kecantikannya dan takut suaminya jatuh cinta – tanpa kesalahan yang berarti telah dihukum bakar hidup-hidup sampai menemukan ajalnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini