Ditangkap di Jakarta, Ini Foto-Foto Samin Tan Digelandang ke Gedung KPK

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 05 April 2021 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 337 2389744 ditangkap-di-jakarta-ini-foto-foto-samin-tan-digelandang-ke-gedung-kpk-8f9J2z7cs2.jpg Samin Tan. (Foto: Raka Dwi)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menangkap Bos PT Borneo Lumbung Energy and Metal Tbk (BLEM), Samin Tan (SMT). Buronan KPK itu ditangkap di Jakarta, Senin (5/5/2021).

"Benar hari ini, Tim penyidik KPK herhasil menangkap DPO KPK atas nama SMT (Samin Tan) di wilayah Jakarta," ujar Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (5/4/2021).

Ali mengungkapkan, Samin Tan bakal diperiksa terlebih dahulu sebelum ditahan. "Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut," ucap Ali.

Samin Tan. (Foto: Raka Dwi)

Baca juga: Buronan KPK Samin Tan Ditangkap, Tangannya Diborgol!

Pantauan MNC Portal Indonesia, Samin Tan tiba menggunakan mobil berwarna silver sekira pukul 17.00 WIB. Saat turun dari mobil, Samin Tan bersama Ketua Wadah KPK Yudi Purnomo yang juga satu mobil dengannya.

Saat digiring masuk ke dalam Gedung KPK, tangan Samin Tan diborgol. Dirinya tampak lusuh, kepala tertunduk ke bawah dan tatapannya kosong.

Samin Tan. (Foto: Raka Dwi)

Samin Tan merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) di Kementerian ESDM. Ia ditetapkan tersangka sejak 1 Februari 2019.

Baca juga: Samin Tan Jadi Buronan KPK Terkait Suap Tambang

KPK mendaftarkan Samin Tan sebagai buronan setelah dua mangkir alias tidak hadir dalam panggilan pemeriksaan sebagai tersangka.

KPK memasukkan SMT ke dalam Daftar Pencarian Orang sejak 17 April 2020. KPK juga telah mengirimkan surat pada Kepala Kepolisian Republik Indonesia Up. Kabareskrim Polri tertanggal 17 April 2020 perihal Daftar Pencarian Orang atas nama SMT.

Dalam perkara ini, Samin Tan diduga memberi hadiah atau janji kepada mantan Anggota DPR, Eni Maulani Saragih terkait pengurusan terminasi Kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT AKT di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sejumlah Rp5 miliar.

Atas perbuatannya, Samin Tan disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini