Share

Korban Banjir Semakin Bertambah, Doni Monardo Terbang ke NTT Malam Ini

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 04 April 2021 21:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 04 337 2389233 korban-banjir-semakin-bertambah-doni-monardo-terbang-ke-ntt-malam-ini-uetsR4rCnL.jpg foto: ist

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo terbang menuju lokasi banjir bandang di Flores Timur (Flotim) Minggu (4/4/2021) malam.

Demikian diutarakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

(Baca juga: Update Banjir Flores Timur: 41 Warga Meninggal, 27 Menghilang)

Menurut Muhadjir, penanganan bencana banjir bandang di Flotim, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu perlu melibatkan pemerintah pusat. Apalagi saat ini jumlah korban tewas terus bertambah.

"Kalau dilihat jumlah korban musibah bencana ini perlu penanganannya melibatkan pemerintah pusat. Malam ini, kepala BNPB Letjen Doni Monardo beserta tim sudah menuju lokasi bencana," ungkap Muhadjir saat dikonfirmasi MNC Portal, Minggu (4/4/2021).

(Baca juga: Viral! Pedagang Asemka Pukul Kepala Anak Kecil karena Dagangannya Dibanting)

Ketua PP Muhammadiyah itu mendapat informasi jumlah korban meninggal pada bencana banjir bandang di Flores Timur (Flotim) menjadi 50-orang, bertambah dari temuan sebelumnya. Informasi itu didapatnya dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

"Pak Doni barusan memberi tahu saya, korban meninggal ditemukan menjadi lima puluhan," kata Muhadjir.

Sebelumnya, BPBD setempat melaporkan data sementara yang menyebutkan 41 warga meninggal dunia, 9 luka-luka dan 27 hilang. BPBD terus melakukan pendataan dan memverifikasi data lapangan untuk pemutakhiran selanjutnya.

Banjir bandang melanda empat desa di tiga kecamatan, Kabupaten Flotim, Nusa Tenggara Timur.

Wilayah terdampak antara lain Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng, Kelurahan Waiwerang dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Desa Oyang Barang dan Pandai di Kecamatan Wotan Ulumado serta Desa Waiwadan dan Duwanur di Kecamatan Adonara Barat.

Di samping korban jiwa, banjir bandang berakibat pada 5 jembatan putus dan puluhan rumah warga tertimbun lumpur, seperti di Desa Nelelamadike, dan puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat.

Berdasarkan laporan BPBD, insiden banjir bandang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi. Banjir yang melanda beberapa wilayah di tiga kecamatan terjadi pada Minggu (4/4/2021) dini hari sekitar pukul 01.00 waktu setempat atau Wita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini