Stok Vaksin Covid-19 Menipis, Ini Kata Kemenkes

Binti Mufarida, Sindonews · Sabtu 03 April 2021 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 03 337 2388828 stok-vaksin-covid-19-menipis-ini-kata-kemenkes-A5uGA2w2ks.jpg Ilustrasi (Foto: RFI)

JAKARTA - Adanya embargo dari produsen vaksin Covid-19 AstraZeneca membuat pengiriman ke Indonesia menjadi terhambat. Lalu, bagaimanakah stok vaksin Covid-19 kita saat ini?

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa stok vaksin Covid-19 di Tanah Air masih aman. “Sebenarnya kalau berbicara mengenai stok vaksin, kita cukup punya stok vaksin ya,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (3/4/2021).

Nadia menjelaskan, total vaksin Covid-19 yang ada di Indonesia sebanyak 57 juta dosis.

“Karena dari tahap awal yang kita terima dari Sinovac maupun dari AstraZeneca itu total yang kita miliki itu adalah 57 juta dosis vaksin ya,” imbuhnya.

Baca juga: Update Vaksinasi 3 April: 8.439.183 Orang Disuntik Dosis 1 & 3.879.654 Dosis 2

Dimana, kata Nadia, sebagian vaksin sebanyak 3 juta vaksin sudah habis digunakan untuk penyuntikan tenaga kesehatan dan untuk pemberi layanan publik. “Artinya, di mana 3 juta dalam bentuk jadi. Sebanyak 1,1 juta itu adalah dari AstraZeneca. Dan sisanya adalah dalam bentuk bulk,” sambung dia.

Baca juga: Menanti Vaksinasi Gotong Royong, Dokter Tirta: Prokes Jangan Kendor

“Nah, kalau kita melihat saat ini yang 3 juta itu sudah kita habiskan untuk pemberian vaksinasi pada tahap pertama, kepada nakes dan sebagian kepada pemberi layanan publik. Kemudian 1,1 juta ini sedang terdistribusi dan sedang kita gunakan untuk AstraZeneca,” jelasnya.

Nadia mengatakan, saat ini sudah sekitar lebih dari 20 juta dosis vaksin yang sudah terdistribusikan dan sebagian sudah disuntikkan. “Dan untuk tahap kedua yang kita sejak mulai di akhir minggu ke-4 Februari sampai saat ini sudah kurang lebih 20 juta dosis yang kita distribusikan. Dan sebagian sudah disuntikkan.”

Sehingga, kata Nadia, total stok yang masih tersedia yakni 23 juta dosis yang bisa digunakan selama bulan April 2021. “Nah jadi kalau kita melihat dari total stok vaksin yang ada, kita sebenarnya masih memiliki kurang lebih 23 juta dosis yang kita bisa gunakan untuk selama April ini,” imbuhnya.

Kemudian, kata Nadia, Biofarma juga siap menyediakan 7 juta sampai 11 juta vaksin. “Tetapi dikarenakan produksi Biofarma karena harus ada persyaratan dalam rangka CPOB-nya, Biofarma di awal mengatakan hanya bisa menjadikan vaksin bulk atau vaksin jadi sebanyak 7 juta. Itu untuk April ini. Jadi kita masih cukup punya 7 juta. Dan kemarin dikabarkan bisa sampai dengan 11 juta.”

Nadia menegaskan bahwa vaksin yang akan tersedia kurang lebih 23 juta ditambah 11 juta vaksin dari produksi Biofarma. Dan akan datang kembali dari Sinovac. “Artinya kalau kita berbicara stok vaksin kita 23 juta, itu kurang lebih 11 juta lagi yang sedang diproduksi Biofarma menjadi vaksin jadi. Nanti di April akan kembali datang lagi dari Sinovac,” tutur dia.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini