IPW Nilai Penyerangan Mabes Polri Kecerobohan, Kapolri Diminta Tunjuk Pejabat Bertanggung Jawab

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Sabtu 03 April 2021 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 03 337 2388794 ipw-nilai-penyerangan-mabes-polri-kecerobohan-kapolri-diminta-tunjuk-pejabat-bertanggung-jawab-5i1zsEzCF0.jpg Pelaku teror di Mabes Polri tewas ditembak.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Penyerangan teroris ke Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan, Rabu 31 Maret 2021 yang dilakukan Zakiah Aini (25) dinilai sebagai kecerobohan petugas yang berjaga. Pasalnya, Zakiah Aini berhasil masuk tanpa pemeriksaan sehingga dapat melakukan penyerangan.

Ketua Presdium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus tegas terkait pejabat yang bertanggung jawab atas kecerobohan itu.

"Serangan teroris itu sudah terjadi tiga hari tapi tidak ada satu pun aparatur dan pejabat kepolisian yang ditindak sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kecerobohan hingga teroris bisa masuk," kata Neta dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/4/2021).

Baca Juga: Penyerang Mabes Polri Ditembak, Munarman: Terlalu Murah Nyawa Manusia di Indonesia!

Menurut dia, penyerangan Zakiah Aini yang menembakkan enam peluru di Mabes Polri harus segera ditindak lanjuti agar hal serupa tak kembali terjadi. Selain itu, lanjut dia, langkah itu pun dapat mencegah ketidak percayaan masyarakat kepada Polri dalam menjaga keamanan di ruang publik terhadap ancaman terorisme.

Baca Juga: Pelaku Teror Mabes Polri Diduga Sembunyikan Senpi di Dalam Bagian Tubuh

"IPW melihat sistem keamanan yang dibangun di Mabes Polri​ sebenarnya sudah cukup baik. Tapi konsistensi dalam menerapkan protokol keamanan itu yang tidak ada dan petugas penjaga cenderung ceroboh," ujarnya.

Neta menegaskan, upaya Polri dengan memperketat pengamanan setelah insiden penyerangan terjadi menunjukkan bahwa adanya ketidaksiapan dalam menghalau ancaman terorisme.

"Publik akan bertanya, bagaimana polisi bisa menjaga dan melindungi masyarakat dari serangan teroris. Wong menjaga markas besarnya saja tidak mampu. Sebab itu Polri perlu mengkonsolidasikan diri dan menindak aparaturnya yang ceroboh," tukasnya.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini