Cerita Tentang Proses Pembangunan Tol Purbaleunyi Ini Bikin Merinding

Doddy Handoko , Okezone · Sabtu 03 April 2021 06:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 03 337 2388625 cerita-tentang-proses-pembangununan-tol-purbaleunyi-ini-bikin-merinding-T7WvPtZ648.jpg Ilustrasi Tol Cipularang (Foto : BPJY Kementerian PU)

Dulu kawasan sekitar Gunung Hejo adalah ladang dan persawahan yang membentang luas. Masyarakat yang akan ritual ke Gunung Hejo hanya bisa jalan kaki melewati pematang sawah dan jalan setapak di pinggir ladang.

Ketika jalan tol mulai dibangun, masyarakat sekitar berharap akan dibuatkan jalan ke arah Gunung Hejo. Apalagi pembuat jalan tol berjanji akan membuatkan jalan dan membangun musala. Tapi jalan dan musala tak pernah terwujud.

Sekarang jika memakai sepeda motor akan kesulitan, karena jalannya terpotong, hanya bisa berhenti di pinggir tol. Kemudian jalan kaki lewat terowongan menyeberang ke Gunung Hejo. Selain itu memutar jalan yang cukup jauh.

Jika memakai mobil, peziarah bisa berhenti rest area KM 97, lalu jalan kaki ke arah KM 96.200, dan melompati pagar tol menuju gunung.

Rute jalan ke Gunung Hejo cukup terjal, sekitar satu kilometer naik ke atas. Banyak pohon-pohon besar yang akarnya menjuntai sampai bawah. Lalu, ada jembatan dari kayu untuk naik ke atas.

Jembatan kayu sepanjang sekitar dua meter ini agak rapuh, karena kayunya kena panas dan hujan.

Usai melewati jembatan kayu terlihat petilasan Gunung Hejo yang berupa batu dibungkus kain putih.

Diterangkannya, pada malam Jumat, banyak orang melakukan ritual di sana. Mereka dari berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Karawang, Bandung, bahkan ada yang dari Jawa Tengah.

Ia menganjurkan ketika mulai naik ke gunung mengucapkan salam, memperkenalkan diri kepada Syekh Magelung, supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dulu, pernah ada kejadian di mana peziarah yang naik gunung Hejo tanpa izin dari juru kunci. Dia nekat akan ke petilasan pada malam hari. Akibatnya saat pulang, orang tadi berputar-putar semalaman tidak bisa turun sampai pagi hari

Warga yang bekerja di ladang melihat ada seseorang sedang kebingungan di Gunug Hejo. Warga tadi naik ke atas lalu menunjukkan jalan turunnya. Ketika ditanya, dia mengaku bingung karena dimana-mana terdapat pohon dan semak belukar yang menutupi jalannya.

"Akhirnya dia datang kepada saya dan minta maaf karena tidak izin dulu," tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini