Ketika Bung Karno Pesan 50 Tusuk Sate Ayam saat Bulan Ramadan

Fahmi Firdaus , Okezone · Jum'at 02 April 2021 06:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 337 2388013 ketika-bung-karno-pesan-50-tusuk-sate-ayam-saat-bulan-ramadan-fmgYDyLvXZ.jpg Foto:Ist

SALAH satu makanan yang digemari Presiden pertama RI Soekarno adalah sate. Sate ayam disebutkan jadi opsi favorit Bung Karno. Bahkan, ada kisah menarik saat ‘Bung Besar’ memberi perintah pertama semenjak dirinya menjabat Presiden pertama RI.

(Baca juga: Kontroversi Supersemar: Bung Karno Terancam Baku Tembak Ajudan dengan 2 Jenderal)

Dilansir dari Cindy Adams dalam biografi ‘Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat’, Bung Karno dipilih secara aklamasi sebagai presiden pertama dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) di Gedung Raad van Indië di Pejambon, Jakarta Pusat (kini Gedung Kementerian Luar Negeri RI).

(Baca juga: Tangisan Nenek Hulda Luluhkan Hati Pembajak Pesawat Woyla)

Saat itu, semua anggota sepakat mengangkat Soekarno secara aklamasi sebagai presiden pertama, pada 18 Agustus 1945. Usulan pengangkatan itu tak lepas dari usulan Otto Iskandardinata, di mana juga diusulkan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden (wapres).

Setelah penetapan dirinya sebagai orang nomor satu di Tanah Air, Bung Karno pulang berjalan kaki. Karena saat itu sehari sesudah RI diproklamirkan, dia belum mempunyai mobil dinas layaknya pemimpin negara lainnya.

Di tengah perjalanan, Bung Karno bertemu tukang sate yang sedang berdagang di pinggir jalan. Sontak Bung Karno memanggilnya dan meminta pedagang tersebut membuatkanya 50 tusuk sate ayam.

“Sate ayam 50 tusuk!,” cetus Soekarno mengeluarkan perintah pertamanya sebagai presiden kepada- tukang sate. Hingga sekarang, para penulis, pemerhati sejarah hingga berbagai literatur masih meninggalkan tanda tanya siapa gerangan nama tukang satenya.

Terlepas dari itu juga entah Bung Karno pesan sate itu saat hari masih terang atau sudah lepas waktu Maghrib. Ya kalau mau diingat-ingat lagi, Agustus 1945 masih termasuk Bulan Ramadan.

Bulannya umat Islam untuk diwajibkan berpuasa. Nah, kalau hari masih terang berarti Bung Karno sedang tidak berpuasa.  Namun walaupun tidak puasa, kemungkinan besar memang masih dalam kondisi tidak sehat karena sehari sebelumnya juga Bung Karno sedang sakit saat membacakan teks proklamasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini