Komisi III DPR: Sinergi Polri dan Masyarakat Jadi Kunci Cegah Aksi Teror Susulan

Kiswondari, Sindonews · Kamis 01 April 2021 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 337 2387683 komisi-iii-dpr-sinergi-polri-dan-masyarakat-jadi-kunci-cegah-aksi-teror-susulan-3bF2ouEoqP.jpg Kondisi di Mabes Polri usai diserang teroris. (Foto: MNC Portal/Irfan Maaruf)

JAKARTA – Rentetan serangan teroris dalam beberapa hari terakhir menuntut kewaspadaan semua pihak. Sinergi aparat Polri dan masyarakat akan menjadi kunci pencegahan serangan susulan.

“Kami tentu sangat terkejut dengan rentetan serangan teroris ini, meskipun dari pola sudah bisa diduga. Namun, kita semua harus benar-benar meningkatkan kewaspadaan terutama mendorong sinergisitas aparat keamanan dengan masyarakat untuk melakukan deteksi dini terhadap serangan susulan dari para teroris,” ujar anggota Komisi III DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, Kamis (1/4/2021).

Cucun menjelaskan, persoalan penanggulangan terorisme di Indonesia ini merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa. Menurutnya, aparat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Mabes Polri, hingga personel TNI merupkan benteng terakhir dalam upaya pencegahan terorisme. Sementara elemen masyarakat baik di semua tingkatan merupakan garda terdepan untuk mencegah bibit tumbuhnya terorisme.

“Aksi serangan teroris seperti bom bunuh diri di Gereja Katedral maupun serangan ke Mabes Polri hari ini hanya muara dari proses indoktrinisasi para pentolan teroris yang secara teroganisir para eksekutor di lapangan. Di sinilah pentingnya masyarakat untuk melakukan deteksi dini terhadap penyebaran nilai atau paham yang mengarah pada radikalisme dan terorisme,” paparnya.

Baca Juga : DPR: Implementasi Perpres RAN PE Kunci Redam Aksi Terorisme

Ketua Fraksi PKB DPR ini menegaskan, munculnya paham terorisme tidak bisa dilepaskan dari kesalahpahaman pelaku dalam memaknai ajaran agama. Mereka rata-rata memaknai ajaran agama dengan tafsir kekerasan yang kaku dan intoleran.

"Oleh karena itu kita semua perlu bersama-sama mengembangkan ajaran agama yang mengedepakan prinsip wasathiyah sehingga tidak mudah mengkafirkan dan menghalalkan darah orang lain,” ujarnya.

Cucun berharap, masyarakat tetap tenang atas teror dari para teroris yang terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir. Ia yakin Densus 88 Mabes Polri maupun BNPT akan segera bisa mengusut tuntas jaringan yang bermain dan menangkap actor intelektual dari serangan teror beberapa hari terakhir.

Baca Juga : IPW Nilai Ada 2 Hal yang Ingin Ditunjukkan Teroris dari Penyerangan Mabes Polri

“Terbukti satu hari setelah kejadian bom bunuh diri Makassar, beberapa calon terduga teroris mampu dilacak keberadaannya dan ditangkap dengan barang bukti bom high exspolosive baik dari Kabupaten Bekasi maupun Condet, Jakarta Timur. Kami minta masyarakat tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanggulangan terorisme ini kepada pihak berwajib,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini