KPK Konfirmasi Aliran Uang untuk Juliari Batubara Lewat Mantan Sesprinya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 01 April 2021 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 337 2387629 kpk-konfirmasi-aliran-uang-untuk-juliari-batubara-lewat-mantan-sesprinya-yRwS5ZWMtr.jpg Juliari P Batubara (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Mantan Sekretaris Pribadi (Sespri) Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara, Selvy Nurbaity, pada Rabu, 30 Maret 2021, kemarin. Selvy diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan Bansos Covid-19.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penyidik mengonfirmasi Selvy Nurbaity soal sejumlah aliran uang yang diterima oleh Juliari Batubara. Juliari Batubara diduga menerima aliran uang terkait pengadaan paket sembako bansos Covid-19 lewat Matheus Joko Santoso (MJS)

"Selvy Nurbaity (Sekretaris Pribadi Menteri Sosial RI) dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan berbagai penerimaan berupa sejumlah uang oleh tersangka JPB di antaranya penerimaan melalui tersangka MJS," kata Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (1/4/2021).

Tak hanya Selvy, penyidik juga rampung memeriksa PNS Kemensos, Fahri Isnanta. Penyidik mengonfirmasi Fahri ihwa aliran uang dari Matheus Joko Santoso ke beberapa pihak. "Dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan aliran uang dari tersangja MJS ke beberapa pihak," pungkasnya.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan mantan Mensos Juliari Peter Batubara dan empat tersangka lainnya sebagai tersangka suap terkait program bantuan sosial penanganan virus corona (Covid-19) di wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Keempat tersangka lainnya dalam kasus ini adalah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Van Sidabukke selaku pihak swasta.

Baca Juga : Anggota Linmas Perkosa Gadis Tunawicara di Bekasi, Keluarga Pelaku Ajak Damai

KPK menduga, berdasarkan temuan awal, Juliari menerima Rp10 ribu perpaket sembako dengan harga Rp300 ribu. Namun menurut KPK, tak tertutup kemungkinan Juliari menerima lebih dari Rp10 ribu. Total uang yang sudah diterima Juliari Rp 17 miliar.

KPK juga menduga Juliari menggunakan uang suap tersebut untuk keperluan pribadinya, seperti menyewa pesawat jet pribadi. Selain itu, uang suap tersebut juga diduga dipergunakan untuk biaya pemenangan kepala daerah dalam Pilkada serentak 2020.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini