Share

KTA Shooting Club Seperti Milik Teroris di Mabes Polri Ternyata Bisa Dibeli Online

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 01 April 2021 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 337 2387624 kta-shooting-club-seperti-milik-teroris-di-mabes-polri-ternyata-bisa-dibeli-online-yah4FC4J9u.jpg Suasana di Mabes Polri usai diserang terduga teroris, Kamis (1/4/2021). (Foto : MNC Portal/Raka Dwi Novianto)

JAKARTA - Terduga teroris di Markas Besar (Mabes) Polri, ZA, diketahui memiliki kartu tanda anggota (KTA) basis shooting club yang disebut bernaung di bawah Persatuan Berburu dan Menembak Seluruh Indonesia (Perbakin).

Dewan Penasihat PB Perbakin, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan nama ZA tidak terdaftar di database Perbakin. KTA terduga teroris itu juga hanya sebagai anggota klub airsoft gun.

"Setelah saya cek di database Perbakin yang bersangkutan tidak terdaftar. Dia bukan anggota Perbakin. KTA nya keanggotaan club nembak airsoft gun," kata Bamsoet yang juga Ketua MPR melalui pesan singkat, dikutip pada Kamis (1/4/2021).

Menurut Bamsoet, KTA klub dan KTA Perbakin berbeda. Pemilik KTA klub menyatakan ia adalah anggota klub yang bernaung di bawah Perbakin. Artinya ia adalah anggota klub, tapi belum tentu anggota Perbakin.

"Dan basis shooting club sudah tidak tercatat lagi di Pengprov Perbakin DKI (sudah lama dibekukan karena tidak aktif)," ucap politikus Golkar itu.

Baca Juga : Minta Masyarakat Tetap Tenang, Jokowi: Tak Ada Tempat bagi Terorisme di Tanah Air

Ternyata, KTA seperti yang dimiliki ZA dijual bebas di situs penjualan online atau marketplace. Berdasarkan penelusuran MNC Portal, KTA basis shooting club dijual dengan harga Rp320 ribu. Di toko online itu KTA tersebut baru terjual satu buah.

Proses pembuatan KTA basis shooting club berlangsung selama satu hari kecuali hari libur. Adapun syarat pembuatan KTA antara lain kartu tanda penduduk (KTA), pas foto, merek, tipe dan nomor unit. Kelengkapan data tersebut dikirim ke penjual untuk kemudian dicantumkan dalam KTA.

Sebagaimana diketahui, seorang perempuan berinisial ZA menerobos masuk Markas Besar Polri. Ia nampak membawa senjata api dan sempat menembak enam kali secara sporadis. Namun, ZA akhirnya ditembak mati polisi.

Baca Juga : Milenial Sasaran Utama Perekrutan Teroris

Setelah peristiwa itu, Densus 88 Antiteror bergerak cepat menuju kediaman terduga teroris yang berada di Jakarta Timur. Dari rumah terduga pelaku ditemukan surat wasiat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini