Fakta-Fakta Aksi Terorisme di Mabes Polri dan Makassar, Pelaku Anak Milenial

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 01 April 2021 08:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 337 2387573 fakta-fakta-aksi-terorisme-di-mabes-polri-dan-makassar-pelaku-anak-milenial-jG5dMyzr1R.jpeg Pengamanan di Gereja Katedral Makassar diperketat pasca-bom bunuh diri. (Foto: Antara)

JAKARTA - Serangan bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 28 Maret 2021 menjadi awal aksi terorisme di 2021. Polisi melalui Detasemen Khusus (Densus) 88 bergerak cepat meringkus sejumlah orang yang dicurigai berjaringan dengan terduga pelaku. 

Belum hilang duka di Makassar, kini aksi terorisme terjadi di Ibu Kota Negara, tepatnya di Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 31 Maret 2021.

Baca juga: Pengamat: Penyerangan ke Mabes Polri Merupakan Aksi Terencana untuk Bunuh Diri

Seorang perempuan yang diduga sebagai teroris menenteng pistol dan menerobos masuk kantor pusat Korps Bhayangkara. Bahkan, ia sempat melepaskan enam kali tembakan sebelum akhirnya ditembak mati.

Berikut fakta-fakta aksi terorisme di Makassar dan Mabes Polri sebagaimana dirangkum MNC Portal, Kamis (1/4/2021):

Baca juga: Mertua Terduga Teroris Malu, Sering Beri Tausiyah soal Keutuhan NKRI Menantunya Malah Ditangkap

1. Terduga Teroris Generasi Milenial

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menyebut terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar adalah generasi milenial kelahiran 1995. Keduanya adalah pasangan suami istri. 

Sedangkan ZA, terduga teroris di Mabes Polri juga berusia 25 tahun alias generasi milenial. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan ZA merupakan mantan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi yang telah di drop out (DO) pada semester lima. 

2. Membawa Bom dan Senpi

Terduga teroris di Gereja Katedral Makassar melancarkan aksinya dengan cara meledakkan diri melalui bom yang sudah ada di tubuhnya.

Sedangkan terduga teroris di Mabes Polri melancarkan aksinya dengan senjata api. ZA, sempat melepaskan tembakan sebanyak enam kali sebelum akhirnya ditembak mati polisi.

3. Libatkan Perempuan

Aksi terorisme di Makassar maupun Mabes Polri sama-sama melibatkan perempuan. Dalam insiden Makassar, pelaku pengeboman berjumlah dua orang yang terdiri dari pasangan suami istri.

Sedangkan terduga pelaku di Mabes Polri melancarkan aksinya seorang diri alias lone wolf. Ia adalah ZA, perempuan kelahiran 1995.

4. Pola Senyap dan Koboi 

Aksi terorisme di Makassar terbilang senyap. Tanpa dinyana, sebanyak dua orang yang berboncengan di satu motor hendak menerobos masuk Gereja Katedral. Akan tetapi, usaha terduga pelaku kandas karena dihalangi oleh petugas keamanan.

Hanya dalam hitungan detik, bom bunuh diri pun terjadi hingga menewaskan pelaku dan melukai sejumlah orang lainnya. 

Sedangkan aksi terorisme di Mabes Polri bak koboi. Terduga pelaku menenteng pistol saat menerobos masuk markas pusat Korps Bhayangkara. Terduga bahkan sempat melepaskan tembakan enam kali secara sporadis sebelum akhirnya ditembak mati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini