Terduga Teroris Serang Mabes Polri, Ketua MPR: Alarm Keras Tingkatkan Kewaspadaan

Rakhmatulloh, Sindonews · Kamis 01 April 2021 05:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 337 2387530 terduga-teroris-serang-mabes-polri-ketua-mpr-alarm-keras-tingkatkan-kewaspadaan-l4unPiHojR.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menyatakan, aksi teror yang menyerang Mabes Polri menjadi alarm keras bagi aparat kepolisian dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi terorisme. Untuk itu, Bambang meminta seluruh kepolisian di daerah meningkatkan kewapadaan.

"Polri, BIN, BAIS, dan berbagai aparat keamanan lainnya harus memperkuat kegiatan intelijen, sehingga bisa mendeteksi dini kemungkinan terjadinya pergerakan teroris. Begitupun dengan BNPT hingga TNI yang harus memaksimalkan perannya. Keberadaan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, menjadikan tidak ada alasan lagi bagi aparat hukum untuk mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan cukup dalam penanggulangan terorisme seperti terjadi di tahun-tahun sebelumnya," ujarnya, Rabu (31/3/2021).

Politisi Partai Golkar ini juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menghubungkan pakaian khas agama yang digunakan penyerang Mabes Polri dengan agama tertentu. Sehingga, tidak perlu ada stigma bahwa teroris berasal atau membawa salah satu agama.

Baca Juga: Isi Lengkap Surat Wasiat Penyerang Mabes Polri, Pelaku Sebut Nama Ahok

"Walaupun penyerangan di Mabes Polri dilakukan oleh orang yang menggunakan pakaian khas muslim, bukan berarti penyerang mencerminkan kondisi penduduk muslim seutuhnya. Siapapun dengan motif apapun bisa berada dibaliknya. Muslim Indonesia adalah muslim yang Rahmatan Lil Alamin, dengan mengedepankan nilai tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta'adul (keadilan). Sikap si penyerang tersebut sangat jauh dari itu semua," tegas pria yang akrab disapa Bamsoet ini.

Lebih lanjut mantan Ketua DPR ini menegaskan, tindakan terorisme bukan hanya menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan. Melainkan juga kejahatatan terhadap persatuan dan kedaulatan kebangsaan. Karenanya, dengan gotong royong seluruh kekuatan elemen bangsa, negara tidak boleh kalah oleh teroris.

"Walaupun dalam beberapa hari ini sudah terjadi dua peristiwa teroris yang mencengangkan, bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri, masyarakat harus tetap tenang dan waspada. Bangsa Indonesia sudah membuktikan selama ini bisa hidup rukun dan damai antar pemeluk agama. Yang kita lawan bukanlah sesama pemeluk agama, melainkan teroris sebagai orang yang tidak memiliki agama, yang tidak pantas hidup di bumi Indonesia," pungkas Bamsoet.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini