Tolak KLB Demokrat Kubu Moeldoko, Yasonna Sesalkan Tudingan Memecah Belah Partai

Riezky Maulana, iNews · Rabu 31 Maret 2021 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 337 2387184 tolak-klb-demokrat-kubu-moeldoko-yasonna-sesalkan-tudingan-memecah-belah-partai-B2luIRiHwt.jpg Menkumham Yasonna Laoly (Foto : Sindonews)

JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly menegaskan pemerintah sudah bersikap objektif dalam menyelesaikan kasus sengketa Partai Demokrat. Menurutnya, pemerintah juga telah bekerja transparan dalam kisruh partai politik berlambang mercy itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Menkumham Yasonna saat memberikan konferensi pers bersama Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Rabu (31/3/2021).

"Pemerintah bertindak objektif transparan dalam memberi keputusan tentang persoalan partai politik ini," ucap Yasonna.

Dia pun menyesalkan tudingan beberapa pihak yang menyebut Pemerintah telah ikut campur dalam masalah ini. Padahal, hal itu tidaklah pernah terjadi. "Menyesalkan statement dari pihak-pihak yang sebelumnya menuding pemerintah campur tangan dan memecah belah partai politik," tuturnya.

Yasonna menuturkan, jika Partai Demokrat kubu Moeldoko Cs tak terima dengan keputusan penolakan tersebut, maka silahkan diselesaikan melalui mekanisme pengadilan. Sebab, hal itu bukan lagi menjadi urusan Pemerintah.

"Jika pihak KLB Deli Serdang merasa bahwa AD ART tersebht tidak sesuai dengan UU Partai Politik, maka silahkan lah digugat di pengadilan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ungkapnya.

Baca Juga : Menkumham Persilakan Demokrat Kubu Moeldoko Ajukan Gugatan ke Pengadilan

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menolak kepengurusan Partai Demokrat kubu Moeldoko. Para pengurus dianggap tidak melengkapi berkas kepengurusan.

"Dari hasil verifikasi belum dapat dipenuhi kepengurusan DPD dan DPC. Dengan demikian pemerintah menyatakan permhonan KLB di Deliserdang ditolak," kata Yasonna.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini