BNPT Pertemukan Eks Napiter dan Korban Terorisme di Puncak Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 31 Maret 2021 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 337 2387048 bnpt-pertemukan-eks-napiter-dan-korban-terorisme-di-puncak-bogor-COIhKsedPU.jpg Kepala BNPT Boy Rafli Amar di Bogor (Foto : Okezone/Putra RA)

BOGOR - Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menggelar silaturahmi Penyintas dan Mitra Deradikalisasi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini bertujuan agar para mantan napiter atau penyintas dan korban tumbuh rasa persaudaraan.

"Kami libatkan penyintas dan eks napiter dikenal sebagai mitra deradikalisasi. Tentunya untuk menumbuhkan atau menanamkan persaudaraan antara penyintas dan korban di masa lalu, kata Kepala BNPT, Boy Rafli Amar, Selasa (30/3/2021).

Baca juga:  Kepala BNPT: Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Orang Baru JAD

Jenderal bintang tiga itu menambahkan, dengan dipertemukannya kedua pihak ini juga untuk memutus rasa dendam atau sakit hati diantara mereka.

"Dengan silaturahmi ini kita pertemukan agar memutus rasa dendam, rasa sakit hati yang ada semangat persaudaraan meyakinkan kepada semua pihak bahwa kejahatan terorisme melawan nilai-nilai kemanusiaan. Itu yang kita perangi," ungkapnya.

 Baca juga: 8 Tahun di Korea, Ini Profil Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Tulungagung

Selain itu, lanjut Boy Rafli, para penyintas dan mitra deradikalisasi ini dapat menjadi agen perdamaian untuk memerangi atau menangkal paham-paham radikalisme yang berkembang di masyarakat.

"Dan juga meningkatkan kewaspadaan bersama, penyintas diharapkan menjadi agen-agen perdamaian kepada masyarakat juga bagian dari propaganda, yang selama ini berlangsung propaganda itu dilakukan oleh jaringan terorisme," tegas Boy Rafli.

Tek lupa, pihaknya juga memerhatikan aspek kesejahteraan yang ters diperjuangkan. Karena tak dipungkiri, mereka memiliki masa lalu kelam yang bisa saja masih sulit diterima masyarakat.

"Silaturahmi ini juga memperhatikan aspek kesejahteraan yang harus kita pikirkan baik penyintas maupun mitra deradikalisasi karena kesejahteraan adalah ending dari progran yang kita laksanakan seperti yang diamanatkan Undang-Undang. Kita ingin mereka semua memiliki kemandirian karena ada proses yang sedikit sulit dengan masyarakat mungkin catatan dia sebagai eks napiter. Pendampingan itu lah yang senantiasa kita evaluasi," tutupnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini