Mahfud Sebut Indonesia Dihadapi Berbagai Ancaman

Riezky Maulana, iNews · Rabu 31 Maret 2021 08:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 337 2386923 mahfud-sebut-indonesia-dihadapi-berbagai-ancaman-yBdHoRLrQf.jpg Foto: Okezone

JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut, Indonesia dihadapkan dengan berbagai macam ancaman. Baik itu gangguan yang mengancam ideologi maupun teritorial.

(Baca juga: 40 Tahun Operasi Woyla: Puja-puji Dunia untuk Pasukan Baret Merah)

Mahfud membeberkan, gangguan yang mengancam ideologi terbagi ke dalam tiga hal, yakni adanya intoleransi, gerakan separatis, hingga terorisme.

"Mereka ini memaksakan satu keyakinan berdasar satu kelompok. Lalu gangguan terhadap ideologi lainnya juga ada sikap Takfiri. Takfiri itu adalah sikap intoleran, selalu menyalahkan orang yang berbeda," ucap Mahfud dalam keterangan video, dikutip Rabu (31/3/2021).

(Baca juga: Dana Otsus Diperpanjang, Mahfud MD Tegaskan Pengawasan Bakal Diperketat)

Sementara soal masalah teritori, Mahfud juga mengklasifikasikannya menjadi tiga bagian, yaitu Indonesia Barat, Indonesia Timur, serta Indonesia Tengah. Di bagian barat, tepatnya Laut Natuna Utara, kata Mahfud, Indonesia dihadapkan dengan upaya penyelundupan atau intervensi dari kapal-kapal asing.

"Jadi sering sekali kapal-kapal itu masuk ke situ, menyelundup dan melanggar hukum. Bahkan kadang kala seperti mengejek kita," ungkapnya.

Sebagai contoh masalah terkini adalah masuknya dua kapal Super Tank asal Panama dan Iran beberapa waktu ke belakang. Baginya, hal itu jelas-jelas tindakan melawan hukum dan saat ini tengah diproses oleh pemerintah Indonesia.

"Ini kan jelas-jelas melanggar hukum dan sedang kita tangani. Ada ratusan, bahkan ribuan kasus kasus yang terjadi di negara kita di dalam sepanjang tahun," paparnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, di belahan Indonesia Timur, gangguan keutuhan teritori datang dari separatis Papua yaitu Organisasi Papua Merdeka atau (OPM). Menurutnya, keinginan OPM untuk memerdekakan diri masihlah tinggi.

"Di Indonesia bagian Timur itu, gerakan separatis ingin memerdekakan dirinya," jelasnya.

Kemudian, untuk wilayah Indonesia Tengah, Mahfud menyebut masalah radikalisme dan teorisme amat masif. Beberapa contohnya adalah penangkapan terorisme yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh aparat di beberapa daerah, seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan, hingga Jakarta Timur.

"Di Indonesia Tengah dan tersebar, ada dimana-mana, itu adalah radikalisme dan terorisme. Seperti yang dari Jatim ditangkap 22 orang, di Makassar juga ditangkap 19 orang dan beberapa hari kemarin terjadi ledakan bom. Kemudian bercabang lagi yang di Condet dan sebagainya. Itulah ancaman keutuhan teritori dan ideologi kita," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini