Gerak Cepat Kapolri Sigit Usut Tuntas Aksi Teror di Gereja Katedral Makassar

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 31 Maret 2021 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 337 2386852 gerak-cepat-kapolri-sigit-usut-tuntas-aksi-teror-di-gereja-katedral-makassar-aehT1YxdBR.jfif Kapolri Jenderal Listyo Sigit di Gereja Katedral Makassar usai ledakan bom bunuh diri. (Foto : Ist_

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung bergerak cepat mengusut tuntas peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu 28 Maret 2021. Seluruh jajaran Polri diinstruksikan guna menangkap pelaku yang terlibat.

Kejadian bom bunuh diri ini menjadi atensi dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Ia langsung menggelar konferensi pers dan menginstruksikan Kapolri Jenderal Sigit mengusut tuntas jaringan pelaku teror tersebut.

Sesaat setelah kejadian bom bunuh diri, Sigit bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terbang ke Makassar untuk meninjau langsung dan memberikan pengarahan kepada jajaran pasca-kejadian tersebut.

Sigit sebelumnya juga menginstruksikan Kadensus 88 langsung bergerak menuju ke Makassar guna membongkar pelaku dan jaringannya.

Setelah meninjau lokasi kejadian perkara, Sigit mengonfirmasi pelaku teror bom bunuh diri terdiri atas dua orang. Ia juga menyampaikan, terduga merupakan kelompok yang berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina," kata Sigit di lokasi kejadian bom bunuh diri, Minggu, 28 Maret 2021.

Sigit dan Hadi pun menyempatkan diri menjenguk korban dari bom bunuh diri di Gereja Katedral tersebut.

Baca Juga : Viral Surat Wasiat Diduga Milik Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar

Eks Kabareskrim Polri itu tetap berada di Makassar selama dua malam, guna mengusut tuntas peristiwa teror yang meresahkan masyarakat tersebut. Di sisi lain, ia mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang.

"Dan untuk masyarakat tidak usah terlalu panik atau tenang. Kami sedang dalami pelakunya," ujar Sigit dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Minggu.

Kapolri 'berkantor' dua hari di Makassar pun membuahkan hasil. Identitas pelaku teror terkuak. Mereka adalah L dan YSF. Keduanya diketahui pasangan suami istri dan baru menikah enam bulan.

Terkait dengan peristiwa bom bunuh diri tersebut pun, Sigit menyatakan, Densus 88 Antiteror sudah menangkap empat orang yang terlibat langsung pada kejadian itu. Mereka adalah AS, SAS, MR dan AA.

"Mereka berperan bersama L dan YSM (keduanya pelaku bom bunuh diri) yakni bersama-sama dalam satu kelompok kajian Villa Mutiara,” kata Sigit saat jumpa pers di Mapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin 29 Maret 2021.

Bahkan, mantan Kapolda Banten itu menyebut, pihaknya telah menangkap 13 terduga teroris di beberapa wilayah pasca-kejadian itu. Yakni, di NTB, Jakarta, Kabupaten Bekasi dan Makassar.

Masih dalam konferensi pers di Polda Sulsel, Sigit mengungkap, salah satu pengantin bom bunuh diri sudah menuliskan surat wasiat dengan pesan berisikan pamitan untuk mati syahid.

"Yang perlu kami informasikan bahwa saudara L ini sempat meninggalkan surat wasiat kepada orang tuanya yang isinya mengatakan bahwa yang bersangkutan berpamitan dan siap untuk mati sahid," ungkap Sigit.

Terkait hal ini, Sigit menekankan bahwa jajarannya bakal melakukan penindakan tegas terhadap seluruh kelompok teroris. Hal ini membuktikan bahwa Negara hadir dan tidak kalah kepada seluruh aksi teror.

Baca Juga : BNPT: Teroris Pasti Berpaham Radikal, Intoleran dan Eksklusif

"Kami terus melakukan upaya upaya penangkapan dan pengembangan lebih lanjut. Oleh karena itu sekali lagi saya informasikan dan saya imbau kepada masyarakat untuk tetap tenang tidak usah panik seperti kami sampaikan terkait masalah teroris itu tugas kami untuk mengusut tuntas," papar Sigit.

Sementara itu, Kapolri juga telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajaran untuk melakukan sejumlah antisipasi untuk mencegah terjadinya teror pasca-kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan.

Polri bakal melakukan pengamanan terbuka dan tertutup di tempat ibadah untuk antisipasi mencegah terjadinya aksi teror.

"Ada, sudah di buatkan intruksi ke jajaran melalui telegram, untuk melakukan pengamanan terbuka tertutup terhadap tempat ibadah dan tempat lain," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Adapun pengamanan terbuka yang dimaksud dikerahkannya pasukan berseragam dinas. Sedangkan pengamanan tertutup yakni aparat yang berpakaian preman.

Selain itu, polisi akan bekerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat atau Stakeholder untuk melakukan pengamanan dan penjagaan di hari perayaan Umat Kristiani tersebut.

"Koordinasi dengan stakeholder lain dan tingkatkan partisipasi warga," ujar Argo.

Di sisi lain, Densus 88 Antiteror kembali menangkap tiga terduga teroris di Makassar. Mereka adalah pihak yang terlibat langsung dengan peristiwa bom bunuh.

Sehingga, sampai kini sudah ada sembilan terduga teroris diciduk yang dinyatakan memiliki peranan dan terlibat langsung dalam peristiwa bom bunuh diri itu. Mereka adalah, L, YSF, AS, SAS, MR, AA, MM, M dan MAM. L dan YSF tewas karena menjadi 'pengantin'.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini