Kejagung Periksa Deputi Direktur Analisis Portofolio BPJS Ketenagakerjaan

Irfan Ma'ruf, iNews · Rabu 31 Maret 2021 01:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 337 2386836 kejagung-periksa-deputi-direktur-analisis-portfolio-bpjs-ketenagakerjaan-HDZKyRsfMd.jpg Kejagung (Dok Sindo)

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Deputi Direktur Analisis Portofolio Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, IPW. Pemeriksaan untuk mengorek dugaan korupsi pada pengelolaan keuangan dan dana investasi BPJS Ketenagakerjaan.

“Saksi yang diperiksa yaitu IPW, selaku Deputi Direktur Analisis Portofolio BPJS Ketenagakerjaan,” kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Selasa (30/3/2021).

Leonard menejalaskan, pemeriksaan terhadap IPW dilakukan untuk melengkapi fakta-fakta alat bukti dalam kasus tersebut. Fakta-fakta tersebut dibuka sesuai apa yang IPW dengar, lihat, dan alami sendiri.

“Serta menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada BPJS Ketenagakerjaan,” ujar dia.

Kejagung telah mengantongi nilai transaksi dalam dugaan penyimpangan investasi pada BPJS Ketenagakerjaan dengan nilai transaksi mencapai Rp43 triliun. Jumlah kerugian tersebut yang membuat curiga penyidik mengenai risiko bisnis yang terbilang besar.

Penyidik memerlukan waktu untuk memeriksa satu per satu transaksi guna memastikan ada tidaknya unsur pidana. Salah satu yang harus dipastikan, yakni bentuk investasi apakah melanggar pidana atau merupakan risiko bisnis.

"Kalau itu kerugian atas risiko bisnis, apakah analisanya sebodoh?" kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (11/2/2021).

Baca Juga : Kasus Dugaan Korupsi, Deputi Direktur Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan Diperiksa Kejagung

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini