12 Provinsi Siap Alihkan Sistem Penyiaran Analog ke Digital

Bramantyo, Okezone · Selasa 30 Maret 2021 20:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 337 2386783 12-provinsi-siap-alihkan-sistem-penyiaran-analog-ke-digital-hz9BjrS60A.JPG

SOLO - Direktur Penyiaran Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo (Kominfo) Geryantika Kurnia menyebut baru 12 provinsi sudah siap melakukan siaran digital dan mengakses siaran televisi swasta.

Ke-12 provinsi tersebut yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banten, Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara dan Kepulauan Riau.

Selain 12 provinsi yang secara insfratruktur telah siap, Gery menjelaskan ada 22 provinsi yang belum memiliki frekuensi mux diharapkan dapat didukung oleh swasta.

Geryantika menargetkan sekitar bulan Juni atau Juli 2021 semua infrastruktur digital telah siap di 34 provinsi, sehingga target ASO nasional pada 2020 dapat terpenuhi.

Dan dari lembaga penyiaran yang di Indonesia yang sepenuhnya telah siap adalah lembaga penyiaran milik pemerintah, yaitu TVRI.

"Progres infrastruktur MUX TVRI di 12 provinsi sudah siap menampung TV analog eksisting yang akan simulcast atau langsung siaran digital,"papar Geryantika Kurnia usai webdinar Migrasi sistem penyiaran analog ke digital di hotel Novotel, Solo, Selasa (30/3/2021).

"Tadi kan jumlahnya 728, kalau mux TVRI itu hanya bisa kalua 50 persen Mux-nya dipakai TVRI yang 4 program siaran sisanya tinggal 7 atau 8. Kan nggak cukup. Harus nunggu seleksi Mux ini.Rencananya seleksi ini diumumkan pada awal Mei 2021. Jadi awal bukan mei sudah ada pemenang mux di 22 propinsi.Jika sudah ya otomatis sudah siap di seluruh Indonesia, termasuk dukungan swasta juga,"imbuhnya.

Simulcast, ungkap Geryantika, ialah penyiaran program atau acara di lebih dari satu layanan di media, pada waktu yang bersamaan.

Migrasi dari analog ke digital itu bukan sekedar pindah. Ada kanal-kanal yang masih bisa digunakan oleh televisi analog.

"Migrasi dari analog ke digital ini bukan sekedar pindah.Ada kanal-kanal yang masih digunakan oleh TV analog. Kalau TV analog pindah, baru kanalnya bisa digital. Itu sisanya di 2 November 2022. Harapan pemerintah pada 17 Agustus 2022 semuanya, yang utama sudah siaran digital,"jelas Geryantika

Geryantika menambahkan, pemerintah telah menyiapkan infrastruktur untuk persiapan menuju ASO nasional.

Ini disadari dikarenakan saat ini jika dibandingkan negara lain, jumlah tv di Indonesia tersebut sangat jauh lebih banyak. Dan kebanyakan TV yang dimiliki masyarakat masih menggunakan analog belum ke digital.

"TV analog ini sekitar 40 juta lebih. Jadi perlu kesiapan set top box di pasaran. Harganya set box bervariasi 150 ribu hingga Rp 300 ribu. Tapi saat ini dengan kapasitas produksi belum ditingkatkan. Kalau sudah ditingkatkan produksinya, mungkin harganya akan turun,"terangnya.

Sedangkan untuk televisi swasta TV yang siap mengudara ke sistem Digital baru tiga televisi. MNC Grup secara bertahap siap meninggalkan sistem analog ke sistem digital.

"MNC baru di Yogya, Jabotabek sama Batam yang telah siap beralih ke sistem digital. Selanjutnya menyusul kota-kota besar lainnya mengikuti tiga televisi swasta yang siap mengudara di 12 provinsi,"pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini