Andi Arief Sebut Kubu Moeldoko Berupaya Merebut Kantor DPP Demokrat

Riezky Maulana, iNews · Selasa 30 Maret 2021 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 337 2386586 andi-arief-sebut-kubu-moeldoko-berupaya-merebut-kantor-dpp-demokrat-dLNfqlSnKg.jpg Kepala Bapillu DPP Demokrat, Andi Arief (foto: Sindo)

JAKARTA - Perseteruan antara Partai Demokrat kepemimpinan Agus Harimurti Yudhyono (AHY), dengan Partai Demokrat versi KLB terus berlanjut.

Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP Partai Demokrat, Andi Arief menyebut bahwasanya Meoldoko Cs akan akan menghalalkan berbagai macam cara untuk merebut Partai Demokrat dari tangan AHY.

Baca juga:  Jhoni Allen Cs Mangkir, Sidang Gugatan AHY terkait KLB Demokrat Ditunda

Lebih lanjut dikatakan, kubu KLB pimpinan Moeldoko akan merebut paksa Kantor DPP Partai Demokrat yang terletak di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.

"KLB Moeldoko akan main gila, tahu bahwa putusan Depkumham sulit mensahkan mereka, kini mereka akan berupaya merebut paksa kantor DPP Demokrat jalan Proklamasi," tuturnya melalui akun twitter, Selasa (30/3/2021).

 Baca juga: Jhoni Allen Cs Belum Hadir di Sidang Gugatan, Kubu AHY : Mungkin Mereka Mulai Sadar

Dalam cuitan lainnya, Andi Arief juga merespons pernyataan dari Marzuki Alie yang menyebut bahwasanya kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Proklamasi haruslah diserahkan jika hasil KLB disahkan oleh pemerintah.

Menurut Andi, hal itu rekapitulasi kebohongan dari Marzuki. Dia menyebut serangkaian kejadian, seperti Marzuki yang sebelumnya mengelak mengusulkan atau ikut-ikutan dalam pelaksanaan KLB.

"Waktu itu bilang gak ikut-ikutan, enggak ada KLB dan lain-lain. Nyatanya beda. Ini mengelak mau merebut paksa kantor DPP, juga mengelak," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY terus merapatkan barisan menghadapi Moeldoko dkk. Mereka kini mewaspadai ancaman kudeta legalitas partai dan perebutan kantor DPP.

Andi Arief mengingatkan kepada seluruh kader tentang upaya kelompok Kongres Luar Biasa (KLB) Sumatera Utara, merebut partai lewat Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

"Kepada seluruh kader, sesuai dengan permenkumham, batas menyatakan dokumen KLB brutal diterima/lengkap atau tidak adalah hari ini 30 Maret 2021,” kata Andi Arief melalui akun Twitter, Selasa (30/3/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini