Serangan Bom Makassar, Ma'ruf Amin: Pemerintah Terus Upayakan Kontra Radikal

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 30 Maret 2021 15:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 337 2386570 serangan-bom-makassar-ma-ruf-amin-pemerintah-terus-upayakan-kontra-radikal-0TfiSv7UjH.jpg Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Setwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pemerintah akan terus berupaya melakukan kontra radikalisasi untuk menegasikan aksi terorisme di Indonesia.

Hal itu dikatakan Ma'ruf untuk merespons adanya serangan bom di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan dan penangkapan jaringan teroris lainnya di sejumlah daerah.

"Pemerintah akan terus melakukan upaya-upaya kontra radikal terorisme, terus-terus kita berikan penjelasan bahayanya, dan kita akan mengeliminasi," katanya usai meninjau vaksinasi di Barito Utara, Kalimantan Tengah, Selasa (30/3/2021).

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini berujar bahwa aksi terorisme tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Sebab tidak ada satu pun ajaran agama yang menyuruh pemeluknya melakukan kekerasan, apalagi hingga menyebabkan korban jiwa.

"Terorisme itu tidak ada kaitannya dengan agama, tidak agama yang yang memberikan toleransi terjadinya terorisme, kekerasan, apalagi sampe membunuh orang lain dan dirinya sendiri, itu gak ada hubungan, karena itu semua agama mengutuk perbuatan itu," jelasnya.

Baca Juga: BNPT Bicara Vaksinasi Ideologi Supaya Kebal dari Radikalisasi

Diberitakan sebelumnya, peristiwa bom bunuh diri terjadi di Kota Makassar. Bom meledak di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 28 Maret 2021 pukul 10.20 WITA.

Pelakunya berjumlah dua orang dan menggunakan sepeda motor ketika melakukan aksinya. Pelaku langsung meninggal dunia setelah meledakkan diri. Sebanyak 20 orang dilaporkan terluka akibat insiden tersebut.

Kedua terduga pelaku adalah pasangan suami istri. Mereka bernama Lukman dan Yogi Sahfitri Fortuna. Pelaku diduga terafiliasi dengan JAD. Jenazah keduanya dimakamkan dalam satu liang lahat.

Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap terduga teroris lainnya di sejumlah titik, pasca pengeboman Gereja Katedral. Mereka kini sedang diperiksa secara intensif oleh aparat.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini