Kasus Covid-19 Menurun, Ma'ruf Amin Tak Ingin Seperti Negara di Eropa

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 30 Maret 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 337 2386548 kasus-covid-19-menurun-ma-ruf-amin-jangan-lengah-g9hWEXOEyk.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau vaksinasi Covid-19 massal di Lapangan Olahraga Tiara Batara, Melayu, Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (30/03/2020).

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf mengatakan kasus harian Covid-19 terus mengalami penurunan setelah dilakukan berbagai upaya, mulai dari 3M, 3T, pelaksanaan PPKM Mikro, hingga vaksinasi.

Namun demikian, seluruh pihak baik jajaran pemerintah maupun masyarakat diharapkan tidak lengah dan terus berupaya mengatasi pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah sekarang sudah terjadi penurunan-penurunan, dari tadinya di atas 10 ribu (kasus), sekarang sudah tinggal 5 ribu, 4 ribu. Kemudian (kapasitas) rumah sakit yang tadinya terisi hampir 70, 80, bahkan 90 persen, sekarang sudah di bawah 50 persen," katanya dikutip dari rilis Setwapres RI.

Ma'ruf menuturkan, bila penurunan kasus ini tidak dikelola dengan baik, maka angkanya dapat kembali naik seperti yang terjadi di beberapa negara seperti di Eropa dan Amerika.

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka, Mendikbud: 1 Kelas Hanya Boleh Diisi 18 Siswa

"Kita tidak ingin. Karena itu, tetap masalah protokol kesehatan, 3M (memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak), 3T (tracing, testing, treatment), kemudian pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di tingkat mikro dan juga pelaksanaan vaksinasi merupakan upaya-upaya yang secara terus menerus kita lakukan," paparnya.

Di samping itu, Ma'ruf mengungkapkan bahwa sejauh ini pelaksanaan vaksinasi Covid-19 berjalan dengan lancar dan tidak terjadi kendala apapun yang disebabkan efek samping vaksin. "Semua yang divaksin aman. Tidak ada orang merasa takut, merasa sakit, atau demam, ternyata tidak ada," tegasnya.

Adapun bagi mereka yang masih ragu untuk melakukan vaksinasi, Ma'ruf menyebutkan bahwa pemerintah terus melakukan sosialisasi dan edukasi untuk meyakinkan baik melalui pendekatan kesehatan maupun pendekatan agama. Dari segi kesehatan, lanjutnya, mereka diingatkan mengenai dampak yang diakibatkan apabila tidak divaksin.

"Dari segi agama, melakukan vaksinasi itu bagian dari kewajiban, fardu kifayah, orang harus melakukan sebelum bisa teratasi. Sebelum vaksinasi mencapai tingkat kekebalan (komunitas) 181 juta (penduduk), itu belum gugur kewajibannya," pungkasnya.

Dihimpun dari data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Barito Utara, capaian pelaksanaan vaksinasi dosis pertama bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Barito Utara mencapai 95 persen yakni dari target 1.253 nakes, terealisasi 1.191 nakes.

Sedangkan capaian pelaksanaan vaksinasi dosis kedua mencapai 94% yakni dari target 1.215 nakes, terealisasi 1.143 nakes. Adapun vaksinasi dosis pertama bagi pelayan publik tercatat bahkan mencapai 122 persen yaitu dari target 1.000 pelayan publik, terealisasi 1.229 pelayan publik.

Sedangkan vaksinasi dosis kedua saat ini baru terealisasi 53 persen dari target 1.195 pelayan publik, baru terealisasi 635 pelayan publik.

Tampak mendampingi Wapres dalam peninjauan di antaranya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Munardo, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Habib Ismail Bin Yahya, Bupati Barito Utara Nadalsyah, dan Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini