Diprediksi 11% Masyarakat Nekat Mudik, Doni Monardo: Kita Tidak Boleh Lengah

Dita Angga R, Sindonews · Selasa 30 Maret 2021 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 337 2386547 diprediksi-11-masyarakat-nekat-mudik-doni-monardo-kita-tidak-boleh-lengah-7wlLGL5jrc.jpg Doni Monardo (Foto : BNPB)

JAKARTA - Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan ada 30% masyarakat yang akan mudik pada Lebaran 2021 bila tak ada larangan dari pemerintah. Meski demikian, tetap ada 11% masyarakat yang nekat mudik meskipun adanya larangan.

“Memang dari data-data yang telah dikumpulkan oleh Kemenhub kalau misalnya tidak ada larangan mudik diperkirakan 33% warga akan pulang kampung/mudik. Tapi kalau ada larangan mudik tetap saja ada yang nekat pulang yaitu sekitar 11%. Nah tugas kita bersama termasuk temen temen media utk mengingatkan bahaya mudik,” kata Kasatgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Selasa (30/3/2021).

Dia pun meminta kerja sama dari seluruh pihak untuk mengimbau masyarakat agar tidak mudik guna menekan penyebaran Covid-19. Doni mengakui bahwa mudik merupakan tradisi dari masyarakat.

Baca juga: Terima Gelar Honoris Causa dari IPB, Doni Monardo Menangis saat Bacakan Pidato Ilmiah

“Sekali lagi mohon kerja sama seluruh pihak dimana pun berada mengimbau warga negara kita, masyarakat kita untuk tidak mudik. Memang masalah tradisi pulang kampung itu memiliki hubungan emosional. Tapi yang lebih penting lagi bagaimana kita mampu melindungi dan menyelamatkan warga negara kita,” ujarnya.

Baca juga: Doktor HC Doni Monardo, Selarik Kisah yang Terpendam

Ia mengatakan bahwa pelarangan mudik ini didasarkan pada pengalaman satu tahun pandemi Covid-19. Di mana, jika ada liburan panjang kasus harian, kasus aktif , keterisian rumah sakit, hingga angka kematian akan meningkat.

“Pengalaman inilah yang akhirnya kita laporkan dalam rapat tingkat menteri. Sehingga Bapak Presiden memutuskan larangan mudik disampaikan lebih awal,” ujarnya.

Dia menyebut bahwa pelarangan dua kali libur panjang yakni Imlek dan Isra Miraj berdampak pada tidak adanya kenaikan kasus aktif yang tinggi. Bahkan, lanjut dia, terjadi penurunan kasus aktif. Termasuk juga rumah sakit yang semakin berkurang pasiennya.

“Ini harus kita syukuri. Tapi kita tidak boleh euforia seperti yang disampaikan Bapak Wapres tadi. Dan selalu diingatkan Presiden tidak boleh lengah. Jangankan satu hari, satu jam , satu menit pun kita tidak boleh lengah untuk mentaati protokol kesehatan,” ungkapnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini