BIN: Medsos Disinyalir Menjadi Inkubator Radikalisme

Felldy Utama, iNews · Selasa 30 Maret 2021 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 337 2386477 bin-medsos-disinyalir-menjadi-inkubator-radikalisme-Pn3j0bzfPS.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Media sosial (medsos) kini telah menjadi salah satu akses daripada penyebaran paham radikalisme di Indonesia. Adapun, target atau sasaran penyebaran paham ini kepada mereka generasi milenial.

Hal itu diungkapkan oleh Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto dalam webinar bertajuk 'Mencegah Radikalisme & Terorisme Untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial', Selasa (30/3/2021).

"Media sosial disinyalir telah menjadi inkubator radikalisme, khususnya bagi generasi muda, rentang biasanya 17-24 tahun, ini yang menjadi target utama, selebihnya di atas itu second liner," kata Wawan dalam paparannya.

Baca juga:  Teror Bom Makassar, Moeldoko: Radikalisme Menyusup Lewat Gerakan Politik Identitas

Analisa dari BIN ini, kata dia, dikuatkan juga dengan survei terbaru yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyebut bahwa 80% generasi milenial rentan terpapar radikalisme. Wawan memandang penting bagi seluruh masyarakat untuk menyikapi hal tersebut.

"Ini menjadi catatan kita bahwa generasi milenial lebih cenderung dia menelan mentah, tidak melakukan cek ricek, dan sikap intoleran ini biasanya muncul kepada generasi yang tidak kritis di dalam berfikir," ujarnya.

Baca juga:  DPR Minta BNPT Optimalkan Pencegahan dan Tingkatkan Koordinasi untuk Tangkal Radikalisme

Wawan menegaskan, pihaknya selalu mendorong agar orang tua juga ikut berperan aktif untuk melihat apa yang dilakukan oleh kaum muda atau remaja di rumah. Sehingga mereka bisa tetap terkontrol baca-bacaannya yang bisa cenderung ke arah hal negatif.

"Karena media sosial 60 persen itu hoaks. Dan itu sangat berdampak bagi jiwa-jiwa labil yang tidak kritis sehingga mereka melakukan langkah-langkah intoleran yang berujung pada tindakan radikal apalagi mengarah ke teroris," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini