Teror Bom Makassar, Moeldoko: Radikalisme Menyusup Lewat Gerakan Politik Identitas

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 30 Maret 2021 09:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 337 2386288 teror-bom-makassar-moeldoko-radikalisme-menyusup-lewat-gerakan-politik-identitas-Eu6fNHRn8n.jpg Moeldoko. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengingatkan bahaya intoleransi di Indonesia. Hal itu dikatakannya sebelum terjadi serangan bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu 28 Maret 2021.

"Bahaya intoleransi di Indonesia," kata Moeldoko di awal postingannya di akun Instagram, dikutip Selasa (30/3/2021).

Menurut Moeldoko, pemerintah tidak akan pernah memberi ruang pada radikalisme dan gerakan terorisme di Indonesia.

Baca juga: Tinjau TKP Ledakan di Makassar, Boy Rafli: Pelaku Rakit Bom Lewat Pelatihan Online

"Ancaman ini begitu nyata. Mereka menyusup di berbagai bidang, termasuk juga melalui gerakan politik identitas," tulisnya lagi.

Radikalisme juga disebut meracuni generasi bangsa ini lewat perang komentar di berbagai media massa dan media sosial. Menjadi tugas bersama untuk menjaga keindonesiaan dan Pancasila. Jangan pernah biarkan bangsa ini terpecah belah.

Baca juga: Bahan TATP dari Jaringan Teroris Sukasari dan Condet Bisa Bikin 70 Bom Pipa

"Saya sudah mengingatkan hal ini pada acara Dies Natalis Ikatan Keluarga Alumni Universitas Terbuka, Jumat, 26 Maret 2021," pungkas dia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini