Share

Pandemi Covid-19 Bikin Pendidikan Tertinggal, DPR Sesalkan Anggaran Membaca Malah Dipangkas

MNC Portal, · Selasa 30 Maret 2021 09:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 337 2386287 pandemi-covid-19-bikin-pendidikan-tertinggal-dpr-sesalkan-anggaran-membaca-malah-dipangkas-xXNvITXnuW.jpg Ilustrasi belajar dengan menjaga jarak.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Komisi X DPR RI menyesalkan pemangkasan anggaran membaca di saat pandemi Covid-19 berlangsung. Alasannya, pandemi membuat pendidikan kita tertinggal dari negara lain.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengatakan, dalam rangka mengejar ketertinggalan pendidikan di masa pandemi, perpustakaan menjadi andalan supaya bisa menjadi wahana pendidikan alternatif, selain sekolah.

"Memang tugas berat walaupun anggaran dikurangi, tetapi tuntutannya ditingkatkan. Jadi Perpusnas bukan saja harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan informasi, tetapi juga antisipatif untuk menyiapkan SDM dan kelembagaan yang makin mapan," ujar legislator Fraksi Golkar ini, dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Perpusnas dengan Komisi X DPR RI yang digelar secara daring dan luring di Gedung Nusantara Senayan, Jakarta, Senin (29/3/2021).

Baca Juga: 44 Stasiun Layani GeNose C19 Hanya Rp30 Ribu, Berikut Daftarnya

Anggota Komisi X DPR RI, Putra Nababan menambahkan, Fraksi PDI Perjuangan ini prihatin dengan pemotongan anggaran belanja Perpusnas. Padahal kinerja yang dilakukan Perpusnas hingga saat ini mengesankan.

Baca Juga: Kapal Pesiar Ini Umumkan Tujuan dan Jalur Pelayaran Baru

Ini terlihat dari penghargaan yang diterima oleh Perpusnas dalam capaian kinerja anggaran K/L TA 2020 dengan perolehan nilai kinerja anggaran sebesar 95,88 (sangat baik), dengan urutan 9 dari 42 untuk K/L dengan Kategori Pagu Kecil serta meraih predikat Zona Hijau dari Ombudsman.

"Hal ini membuktikan bahwa Perpusnas dengan anggaran terbatas tetapi punya kemampuan mengelola anggaran dengan prudent," ungkapnya.

Penghematan anggaran belanja Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI sebesar Rp7.316.287.000. Pada 2021, Perpusnas mengalami penghematan belanja sebesar 1,08 persen dari pagu awal sebesar Rp 675.539.800.000.

Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando menegaskan, pemotongan anggaran ini tidak mempengaruhi kinerja dan target program perpustakaan dan literasi. Menurutnya, dalam menangani persoalan literasi di Indonesia harus dilakukan pembenahan pada sisi hulu literasi.

โ€œNegara harus hadir untuk menangani permasalahan literasi ini. Baik itu, eksekutif, legislatif, yudikatif, dan TNI/Polri. Selain itu, peran akademisi perguruan tinggi, penulis, penerbit, hingga regulasi distribusi bahan bacaan untuk memperkecil ketimbangan antar wilayah,โ€ jelasnya.

Syarif Bando meminta dukungan legislator agar Perpusnas dapat mengembangkan digitalisasi di seluruh provinsi. Mengingat, pada saat pandemi ini hanya 44 persen peserta didik Indonesia yang terkoneksi digital.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini