Share

Bahan TATP dari Jaringan Teroris Sukasari dan Condet Bisa Bikin 70 Bom Pipa

Carlos Roy Fajarta, · Selasa 30 Maret 2021 07:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 337 2386253 bahan-tatp-dari-jaringan-teroris-sukasari-dan-condet-bisa-bikin-70-bom-pipa-mTX0g4zesI.jpg Barang bukti terduga teroris Sukasari dan Condet.(Foto:MNC Portal)

JAKARTA - Polda Metro Jaya dan Densus 88 Satgaswil Polda Metro Jaya menyebutkan, sebanyak 70 bom pipa dapat dibuat dari bahan Triacetone triperoxide (TATP) yang merupakan senyawa kimia pembuatan bom berdaya ledak tinggi dalam penggrebekan dan penangkapan 4 orang terosis di Desa Sukasari (Kabupaten Bekasi) dan Condet (Jakarta Timur) pada Senin (29/3/2021).

"Dari temuan bahan peledak (handak) tersebut beserta bahan baku yang ada, sesuai perhitungan daripada tim bahwa TATP dari lima bom toples, dengan berat 3,5 kilogram diperkirakan bisa buat 70 bom pipa. Tadi sudah di disposal. Ukuran dari pipa, itu kalau dirakit menjadi sebuah bom akan dapat membuat kurang lebih 70 bom pipa," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran di lobby Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (29/3/2021) sore.

Fadil Imran menjelaskan TATP adalah senyawa yang memiliki ciri khas mudah terbakar hanya dengan gesekan, panas, dan pemicu lainnya.

Baca Juga: Pasutri Pelaku Bom Bunuh Diri Ternyata Dinikahkan oleh Pentolan JAD

Oleh sebab itu, tim Jibom dari satuan Gegana Polda Metro Jaya memutuskan melaksanakan disposal di dua lokasi dimana ditemukan TATP tersebut yakni di Desa Sukasari dan Condet Jakarta Timur.

"Dalam penggeledahan ditemukan juga 5 bom aktif yang sudah dirakit dalam bentuk kaleng dengan sumbu yang terbuat dari Triacetone triperoxide (TATP) ini adalah sebuah senyawa kimia yang mudah meledak dan tergolong high explosive yang sangat sensitif," ungkap Fadil Imran.

Baca Juga: Pakar Hukum Pidana Minta Polisi Transparan Selidiki Bom Bunuh Diri Makassar

Dari empat tersangka, pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, yakni, dari ZA (37) diamankan sebuah senjata tajam jenis parang, handphone Oppo F11, sebuah dompet, sebuah kartu debit MNC Bank, sebuah kartu e-money, satu kartu dapur raya, satu kartu Flazz, satu kartu ATM Bank DKI, satu KTP atas nama ZA, satu kartu asuransi kecelakaan, dua buah surat tilang, satu kabel data, uang tunai Rp3.056.900, dua bungkus rokok, satu korek api, dan satu bungkus masker.

Sedangkan dari saudara AJ (46) ditemukan Handphone Redmi Note 7 pada badannya. Dan saudara HA (56) ditemukan hp dan identitas diri.

"Inilah efek dari bom TATP yang berhasil dideteksi dicegah dari teman-teman Densus 88 Satgaswil Polda Metro Jaya. Tim Densus 88 selanjutnya akan mendalami temuan-temuan di TKP, dan hasil olah TKP, serta informasi-informasi yang diperoleh dari saksi di TKP," lanjut Fadil Imran.

Kapolda Metro Jaya menjelaskan kepada para tersangka dapat dipersangkakan Pasal 15 Junto Pasal 7 dan atau Pasal 9 UU RI Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini