Pakar Hukum Pidana Minta Polisi Transparan Selidiki Bom Bunuh Diri Makassar

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 30 Maret 2021 05:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 337 2386207 pakar-hukum-pidana-minta-polisi-transparan-selidiki-bom-bunuh-diri-makassar-HA6jy3HfGi.jpg Bom bunuh diri meledak di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021). (Foto : MPI)

JAKARTA - Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad, mengecam teror bom bunuh diri yang meledak di Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3/2021), lantaran pengeboman itu merupakan kejahatan serius.

"Saya mengecam keras ledakan bom tersebut. Teror bom merupakan kejahatan kemanusiaan yang sangat serius," ujarnya pada wartawan, Senin (29/03/2021).

Menurutnya, teror dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk kehidupan beragama. Karena itu, dia berharap peristiwa nahas tersebut diusut tuntas dan dilakukan secara transparan.

Dia juga mengimbau pada semua pihak untuk menahan diri dan tidak mengembangkan narasi yang tidak berdasar dan tendensius. Selain itu, dia berharap penegak hukum lebih bisa mencegah tindakan yang demikian karena dalam undang-undang terorisme, polisi bisa melakukan tindakan preventif.

Baca Juga : Pasutri Pelaku Bom Makassar Dimakamkan 1 Liang, Kuburannya Tergenang Air

"Masyarakat sebaiknya menyerahkan kasus kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap secara terang benderang. Jika ada yang punya data, berikan kepada penegak hukum dan tidak dijadikan materi publisitas diri," katanya.

Baca Juga : Sikap Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar Berubah Setelah Menikah

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini