Terduga Teroris Bekasi dan Condet Akan Buat 70 Bom Pipa Berdaya Ledak Tinggi

Carlos Roy Fajarta, · Senin 29 Maret 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 337 2386105 terduga-teroris-bekasi-dan-condet-akan-buat-70-bom-pipa-berdaya-ledak-tinggi-SOO6DWOw35.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA - Polda Metro Jaya dan Densus 88 Satgaswil Polda Metro Jaya menemukan bahan pembuat bom pipa dari Triacetone triperoxide (TATP) yang merupakan senyawa kimia pembuatan bom berdaya ledak tinggi dalam penggrebekan dan penangkapan 4 orang teroris di Desa Sukasari Kabupaten Bekasi dan Condet Jakarta Timur pada Senin (29/3/2021).

(Baca juga: Ada Atribut FPI dalam Penangkapan Terduga Teroris di Condet dan Bekasi, Ini Kata Polisi)

"Dari temuan bahan peledak (handak) tersebut beserta bahan baku yang ada, sesuai perhitungan tim bahwa TATP dari lima bom toples, dengan berat 3,5 kilogram diperkirakan bisa buat 70 bom pipa. Tadi sudah di disposal. Ukuran dari pipa, itu kalau dirakit menjadi sebuah bom akan dapat membuat kurang lebih 70 bom pipa," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran di lobby Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (29/3/2021).

(Baca juga: Dramatis! Husein Terduga Teroris di Condet Sempat Melawan Anggota Densus 88)

Fadil Imran menjelaskan, TATP adalah senyawa yang memiliki ciri khas mudah terbakar hanya dengan gesekan, panas, dan pemicu lainnya.

Oleh sebab itu tim Jibom dari satuan Gegana Polda Metro Jaya memutuskan melaksanakan disposal di dua lokasi dimana ditemukan TATP tersebut yakni di Desa Sukasari dan Condet Jakarta Timur.

"Dalam penggeledahan ditemukan juga 5 bom aktif yang sudah dirakit dalam bentuk kaleng dengan sumbu yang terbuat dari Triacetone triperoxide (TATP) ini adalah sebuah senyawa kimia yang mudah meledak dan tergolong high explosive yang sangat sensitif," ungkap Fadil Imran.

Dari empat terduga teroris, pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, yakni:

Dari ZA (37) diamankan sebuah senjata tajam jenis parang, handphone Oppo F11, sebuah dompet, sebuah kartu debit, sebuah kartu e-money, satu kartu dapur raya, satu kartu Flazz, satu kartu ATM Bank DKI, satu KTP atas nama ZA, satu kartu asuransi kecelakaan, dua buah surat tilang, satu kabel data, uang tunai Rp 3.056.900, dua bungkus rokok, satu korek api, dan satu bungkus masker.

Sedangkan dari saudara AJ (46) ditemukan Handphone Redmi Note 7 pada badannya. Dan saudara HA (56) ditemukan HP dan identitas diri.

"Inilah efek dari bom TATP yang berhasil dideteksi dicegah dari teman-teman Densus 88 Satgaswil Polda Metro Jaya. Tim Densus 88 selanjutnya akan mendalami temuan-temuan di TKP, dan hasil olah TKP, serta informasi-informasi yang diperoleh dari saksi di TKP," lanjut Fadil Imran.

Kapolda Metro Jaya menjelaskan kepada para tersangka dapat dipersangkakan Pasal 15 Junto Pasal 7 dan atau Pasal 9 UU RI Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini