DPR Kecam Tindakan Kekerasan terhadap Jurnalis di Surabaya

Kiswondari, Sindonews · Senin 29 Maret 2021 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 337 2386080 dpr-kecam-tindakan-kekerasan-terhadap-jurnalis-di-surabaya-xIoOz5mdVT.jpg DPR RI (Foto: Okezone)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR menyoroti soal pengakuan wartawan salah satu media massa nasional di Surabaya, Jawa Timur bernama Nurhadi yang mengalami penganiayaan dan mendapat tindak kekerasan saat melakukan peliputan. Di mana, pengakuan Nurhadi sempat diinterogasi dan dianiaya selama 1,5 jam.

Sahroni pun mengecam aksi kekerasan tersebut. Menurutnya, aksi kekerasan ini merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Saya sangat mengecam tindakan kekerasan maupun intimidasi yang mengancam para jurnalis kita, apalagi karena para jurnalis ini hanya melakukan kewajibannya untuk mendapatkan informasi aktual bagi masyarakat,” kata Sahroni kepada wartawan di Jakarta, Senin (29/3/2021).

“Kasus seperti ini merupakan serangan pada kebebasan pers dan masuk ke tindak pidana serius karena telah menghalangi dan menghambat kegiatan jurnalistik,” sambungnya.

Baca Juga:  Demo, Puluhan Wartawan Desak Polisi Usut Kekerasan terhadap Nurhadi

Menurut politikus Partai Nasdem ini, jika memang ada hal yang perlu diklarifikasi oleh aparat terhadap para jurnalis yang tengah menjalankan tugas, maka hal itu bisa dilakukan dengan baik-baik dan tanpa melibatkan aksi kekerasan.

“Ya kalau memang ada yang mau ditanyakan, cukup ditanya baik-baik saja. Tidak usah dengan intimidasi apalagi kekerasan. Kita kan hidup di era kebebasan pers, sangat disayangkan kalau insiden-insiden seperti ini masih terjadi,” ujarnya.

Baca Juga:  Liputan di Kejari Tangsel, Wartawan Dicekik Lalu Diseret Petugas

Oleh karena itu, Sahroni juga meminta kepada aparat kepolisian untuk menyelidiki dugaan terkait aksi intimidasi ini. Dan memberikan sanksi yang tegas jika ada aparat terbukti melakukan tindak kekerasan tersebut.

“Jika terbukti ya maka harus segera dijatuhkan hukuman yang serius agar peristiwa kekerasan yang dilakukan para aparat keamanan terhadap wartawan tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini