Rekonstruksi, Bripka Cornelius Letuskan 6 Tembakan secara Membabi Buta di Kafe Cengkareng

Dimas Choirul, MNC Media · Senin 29 Maret 2021 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 337 2386001 rekonstruksi-bripka-cornelius-letuskan-6-tembakan-secara-membabi-buta-di-kafe-cengkareng-swr9UhAekm.jpg Rekonstruksi kasus penembakan di kafe Cengkareng, Jakarta Barat (Foto: Dimas Choirul)

JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus penembakan yang dilakukan oknum anggota polisi Bripka Cornelius Siahaan (CS) di Raja Mura (RM) Cafe, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin siang (29/3/2021). Tersangka CS dihadirkan dalam gelar rekonstruksi tersebut.

Pantauan di lokasi, rekonstruksi yang berlangsung selama 90 menit itu dilakukan sebanyak 51 adegan. Adapun tersangka CS menembakan senjata api (senpi) berjenis revolver sebanyak enam kali saat berada di lokasi.

Baca Juga:  Rekonstruksi Aksi Koboi Bripka Cornelius Digelar Hari Ini

Aksi penembakan itu terjadi pada 25 Februari lalu. Mulanya, CS datang ke RM Cafe pada pukul 02.00 WIB. Saat itu, CS datang bersama Fegi. Di mana, kedatangan mereka disambut Gisson Hutapea yang sudah duduk di sudut kiri kafe.

CS langsung memesan minuman. Tak lama pelayan bernama Tiara dan Intan datang menghampiri mereka dan menemaninya. "Minuman (black label) yang dipesan CS datang diantarakan oleh Feri Saut Simanjuntak," kata Penyidik Diskrimum Polda Metro Jaya saat membacakan adegan rekonstruksi, Senin (29/3/2021).

Saat botol pertama hampir habis, CS kemudian langsung memesan minuman lagi, saat itu ia menyuruh Tiara mengambilkannya.

Selang beberapa jam kemudian, pihak kafe hendak menutup kafe karena waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 WIB. Intan pun menyerahkan struk tagihan sebesar Rp3,3 juta kepada CS.

"Goblok, gue lagi mabok bego," kata CS kepada Intan. CS enggan membayar tagihan yang disodorkan Intan.

Baca Juga:  Pelaku Penembak Driver Taksi Online di Bandar Lampung Ditangkap, Ternyata Oknum Anggota TNI

Melihat hal itu, Gisson Hutapea memanggil Martinus Sinurat yang sedang berdiri di meja. Dan meminta bantuan untuk melihat struk tagihan.

CS yang saat itu sedang dalam posisi mabuk, mengampiri Sinurat untuk berdebat. CS kemudian mengeluarkan senjata api menembakkan ke Sinurat. Saat Sinurat terjatuh, CS mengamuk lagi dengan melancarkan tembakannya yang kedua.

Mendengar suara tembakan, Intan dan April bersembunyi di balik sofa. Kemudian, pegawai kafe lain yang bernama Tuti berlari ke arah pintu keluar kafe.

"Tersangka CS kemudian menembakkan yang ketiga kalinya dan mengenai korban Gisson Hutapea," kata penyidik.

Sementara itu, Fegi yang panik melihat aksi CS, terjatuh ke lantai dan mengambil HP miliknya dan tersangka CS.

"Tersangka CS menembakan lagi ke arah korban bernama Doran Manik si penjaga kasir," lanjutnya lagi.

Melihat Doran Manik tertembak, Fegi pun bangun dan berjalan keluar sambil membawa HP-nya. April dan Intan berlari meninggalkan kafe. Sementara, saksi lain bernama Vendi turun dan bersembunyi di ruang kantor RM kafe.

"Tersangka CS menembakkan dua kali ke arah kasir dan mengenai korban Feri Saut Simanjuntak," ujarnya.

Dalam peristiwa dini hari itu, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang terluka. Tiga orang tersebut antara lain Doran Manik, Feri Saut Simanjuntak dan personel TNI Praka Martinus Sinurat. Sementara Gisson Hutapea, mengalami luka-luka.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini