Saat Sintong 'Disemprot' Benny Murdani soal Senjata Operasi Woyla

Fahmi Firdaus , Okezone · Senin 29 Maret 2021 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 337 2385967 saat-sintong-disemprot-benny-murdani-soal-senjata-operasi-woyla-79Gr4u501X.jpg Tangkapan layar media sosial

AKSI terorisme seolah tak pernah habis mengancam setiap individu Warga Negara Indonesia (WNI). Mulai dari jaringan Darul Islam (DI) hingga kelompok militan sempalan ISIS dan yang terbaru adalah aksi dua pasangan suami istri yang melakukan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Minggu 28 Maret 2021.

(Baca juga: Dramatis! Husein Terduga Teroris di Condet Sempat Melawan Anggota Densus 88)

Namun dari semua ancaman teroris, hanya kelompok “Komando Jihad” yang berani membajak pesawat komersial milik negara, Garuda Indonesia pada 28 Maret 1981 yang dikenal dengan Peristiwa Woyla.

Dalam suasana tegang saat merancang operasi pembebasan pembajakan Pesawat Garuda DC-9 “Woyla”, terdapat serangkaian peristiwa menarik antara dua aktor utama petinggi Kopassandha (sekarang Kopassus), antara Asisten Operasi Letkol Sintong Hamonangan Pandjaitan dengan Kapusintelstrat, Leonardus Benyamin ‘Benny’ Murdani.

(Baca juga: Aksi Heroik Emen si Tukang Becak Luluh Lantahkan Tank Canggih Inggris)

Letjen (purn) Sintong Pandjaitan masih ingat saat itu dirinya ditugaskan untuk membebaskan sandera. Dia pun mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan saat operasi.

“Jadi kalau dari Kopassus, hanya senjata saja, dan peralatan-peralatan lain nanti akan menyusul. Jadi gak langsung dapet semua itu, karena memang darurat sekali,”ujar Sintong di channel Puspen TNI dikutip Senin (29/3/2021).

Saat itu dirinya dipanggil Benny Murdani untuk mengetahui apa saja peralatan yang dibawa termasuk senjata yang digunakan. Namun Benny memarahinya karena senjata yang digunakan tidak standar.

“Pak Benny tanya sama saya’mana perlengkapan mu’ saya tunjukan M-16 A1, dia bilang sama saya ‘senjata mu ini senjata bunuh diri’,” kata Sintong menirukan perkataan Benny.

.

Pasalnya, senjata yang akan digunakan sangat berbahaya karena bisa meledakan pesawat jika tembus ke tangka bahan bakar.

“Ini senjata yang kamu pake anti teror bisa tembus sate ini, kalau orang nanti kena jarak dekat nanti masuk ke tangkinya, meledaklah pesawat itu,” ujarnya mengutip pernyataan Benny.

Benny meminta Sintong dan anak buahnya untuk menggunakan senjata terbaru yang dipunya kopassandha. “Jadi ganti senjata yang bagus, terbaru, MP-5,”sambungnya.

“Karena ada pengalaman saya waktu mau terjun ke Kalimantan Utara, itu 15 A1. Saya mau terjun itu kan gak jadi, saya pakai di gunung api waktu mau tembak PKI, selonsongnya gak keluar,”pungkasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini