Kemenag Cabut Izin Lembaga Zakat Bermasalah

Ratu Syra Quirinno, MNC Media · Senin 29 Maret 2021 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 337 2385802 kemenag-cabut-izin-lembaga-zakat-bermasalah-IllVoIUWOQ.jpg Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi (Foto: Ratu Syra Quirinno)

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) akan mencabut izin lembaga yang terbukti menyalahgunakan kepercayaan dari masyarakat. Diketahui, izin LAZ ABA yang baru-baru ini sempat mencuat kasusnya dengan menyalahgunakan wilayah operasional terkait kotak amal, telah dicabut pihak Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI. 

“Verifikasi perizinan secara berlapis dilakukan juga oleh Baznas, hasil rekomendasi Baznas dilakukan verifikasi akhir oleh Kemenag, sehingga diharapkan LAZ yang diberikan izin betul-betul bekerja untuk umat,” kata Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi, Senin (29/3/2021).

Baca Juga:  Hari Raya Nyepi, Jokowi Ingin Jadikan Prambanan Sumber Pembelajaran dan Wisata

Direktur mengatakan, Kemenag sebagai pengawas tidak dapat bekerja sendiri, perlu peran masyarakat untuk membantu. Pasalnya, untuk mengawasi sekitar 685 Organisasi Pengelola Zakat resmi yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, diperlukan pengawasan dari pihak yang paling dekat dengan lokasi lembaga zakat tersebut.

Tarmizi Tohor mengajak masyarakat untuk bersama mengawasi lembaga pengelola zakat bermasalah, dengan melapor ke Kemenag. “Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2011 Pasal 35 dijelaskan bahwa masyarakat dapat berperan dalam pengawasan terhadap lembaga zakat, dengan melapor ke Kemenag melalui simbi.kemenag.go.id/simzat,” ujar Tarmizi.

Tarmizi berharap kasus lembaga zakat bermasalah dapat dijadikan pelajaran, sebab Keputusan Menteri Agama Nomor 606 Tahun 2020 mengamanatkan dana ZIS dan DSKL yang diterima harus bebas dari tindakan pencucian uang dan hasil kriminal lainnya termasuk korupsi dan terorisme.

“Tindakan terorisme tentunya bertentangan dengan kepatuhan syariah yang harus ditaati,” ujarnya.

Baca Juga:  Terkait Haji 2021, Kemenag Tunggu Informasi Resmi dari Arab Saudi

Untuk Unit Pengumpul Zakat di Masjid akan diberdayakan dengan mengawasi peredaran kotak amal di lingkungan masjid dan pembuatan sistem laporan keuangan masjid yang tahun ini akan digarap.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini