Dari Karakteristik dan Model Aksi, Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar Kelompok JAD

Rakhmatulloh, Sindonews · Senin 29 Maret 2021 07:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 337 2385670 dari-karakteristik-dan-model-aksi-pelaku-bom-bunuh-diri-gereja-katedral-makassar-kelompok-jad-vFDrTxRPa1.jpg Densus 88 menangkap anggota JAD Aceh, beberapa waktu lalu.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Pengamat Intijelen dan Keamanan Stanislaus Riyanta menyatakan, jika dilihat dari karakteristik dan model aksinya, kemungkinan besar pelaku bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (28/3/2021) berasal dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Aksi tersebut melukai sebanyak 20 orang, dan dua orang tewas di tempat. Dua orang tewas dicurigai sebagai pelaku bom bunuh diri.

"Perkiraan ini berdasar atas model aksi yang sama dengan aksi di Gereja Surabaya dan Polrestabes Medan," kata Stanislaus saat dihubungi, Senin (29/3/2021).

Baca Juga: Beredar Foto Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar

Stanislaus berharap, pihak Polri khususnya Densus 88 mengusut lebih lanjut pelaku dan jaringan teror ini. Mengingat, peristiwa bom bunuh diri kembali dilakukan jaringan teroris dengan karakter yang sama.

Baca Juga: Kapolri Sebut "Pengantin" Gereja Katedral Makassar Pernah Ngebom di Jolo Filipina

Di sisi lain, kata Stanislaus, aksi bom bunuh diri terjadi di saat di saat aparat keamanan sedang sangat intens memberantas jaringan teror, sehingga aksi ini patut diduga sebagai bentuk balas dendam atau perlawanan.

Selain itu, pengamat terorisme ini melihat aksi itu juga sebagai bentuk reaksi karena semakin terdesaknya kelompok JAD oleh aparat keamanan. Maka itu, aparat keamanan dan intelijen kita harus meningkatkan kewaspadaan "Aksi ini bisa juga sebagai pesan dari kelompok teror yang semakin terdesak bahwa mereka masih eksis," tandasnya.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini